Bukan Sekadar Penegak Perda, Danton Satpol PP Lebak Ini Sabet Wisudawan Terbaik S2 Dengan IP 3,91

Yayat - JuaraMedia
30 Okt 2026 09:07
Pendidikan 0 112
3 menit membaca

Caption : Jhonly, Danton Satpol PP Lebak Ketika Wisuda  

JUARAMEDIA, LEBAK – Di balik seragam penegak Peraturan Daerah (Perda), tersimpan semangat belajar yang patut menjadi teladan.

Jhonly Basten Berutu, Komandan Peleton (Danton) Penindak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak, membuktikan bahwa kesibukan menjalankan tugas negara bukan penghalang untuk meraih prestasi akademis.

Jhonly berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Pascasarjana (S2) Magister Administrasi Publik di Institut Kemandirian Nusantara, Kamis (22/10/2026) lalu dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan. Di tengah tanggung jawab kedinasan yang menuntut kesiapan dan kedisiplinan tinggi, ia mampu menyelesaikan pendidikan magister sekaligus menorehkan prestasi akademis tertinggi.

Sehari-hari, Jhonly mengemban tugas sebagai Danton Penindak Satpol PP Lebak. Tanggung jawabnya tidak ringan, mulai dari memimpin personel hingga terlibat dalam pelaksanaan penegakan Perda dan menjaga ketertiban umum.

Namun, padatnya aktivitas pekerjaan tidak membuatnya berhenti mengembangkan kapasitas diri. Baginya, pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas seorang aparatur sipil negara (ASN).

Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan orang-orang terdekat yang selalu memberikan semangat selama menjalani proses pendidikan.

“Ini semua tak lepas dari peran keluarga, pimpinan, rekan kerja, serta orang-orang yang selama ini memberikan dukungan dan motivasi. Saya bersyukur bisa melewati proses ini hingga meraih predikat Wisudawan Terbaik. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Jhonly, Jumat (30/10/20268

Menariknya, keberhasilan Jhonly bukan sekadar ditandai dengan capaian IPK 3,91. Penelitian yang diselesaikannya juga mengangkat persoalan aktual dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Lebak.

Dalam karya ilmiahnya berjudul “Evaluasi Kebijakan Penerapan Retribusi Parkir Elektronik dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Lebak (Studi Kasus Pasar Rangkasbitung)”, Jhonly mengulas efektivitas digitalisasi sistem parkir dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penelitian tersebut menyoroti implementasi sistem parkir elektronik yang dinilai mampu mendorong peningkatan realisasi penerimaan retribusi, dari sebelumnya ratusan juta rupiah menjadi miliaran rupiah.

Selain meningkatkan potensi penerimaan daerah, penerapan sistem digital juga dinilai dapat mempersempit ruang kebocoran pendapatan serta praktik pungutan liar (pungli) di lapangan.

Tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan pemerintah, penelitian itu turut memberikan perhatian terhadap aspek keadilan kebijakan, terutama menyangkut penerapan tarif bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti pedagang pasar dan pengemudi ojek daring.

Rekomendasi tersebut menjadi bagian penting agar kebijakan digitalisasi tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi penerimaan daerah, tetapi juga mempertimbangkan kondisi masyarakat yang terdampak.

Predikat Wisudawan Terbaik dengan IPK 3,91 menjadi gambaran bahwa profesionalitas seorang ASN tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Pengalaman lapangan sebagai aparat penegak Perda yang dipadukan dengan wawasan akademis administrasi publik merupakan modal penting untuk memahami persoalan pemerintahan secara lebih komprehensif.

Prestasi Jhonly diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ASN lainnya, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, agar tidak menjadikan kesibukan pekerjaan sebagai alasan untuk berhenti menuntut ilmu.

Sebab, birokrasi yang berkualitas membutuhkan aparatur yang tidak hanya disiplin dan sigap dalam bekerja, tetapi juga memiliki pengetahuan, kemampuan analisis, serta keberanian menghadirkan gagasan untuk perbaikan pelayanan publik.

Kisah Danton Satpol PP Lebak ini menjadi pengingat bahwa seragam kedinasan bukan batas untuk meraih prestasi. Justru melalui pendidikan, seorang aparatur dapat memperluas wawasan dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat.

Prestasi bukan hanya tentang gelar yang disandang, melainkan tentang bagaimana ilmu, pengalaman, dan pengabdian dapat berjalan beriringan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.(*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi