
Caption : Sekdis Kesehatan Lebak Endang (batik merah) ketika bersilaturahmi dengan pengurus PWI Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Viral di media sosial terkait dugaan pelayanan di Puskesmas (PKM) Pamandegan mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Dinkes Lebak memastikan langsung melakukan audit dan evaluasi internal sebagai langkah pembenahan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang, mengatakan setiap persoalan pelayanan kesehatan yang mencuat ke publik akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi jajaran Dinkes Lebak.
“Kalau ada persoalan atau informasi yang berkembang di masyarakat, kami pasti turun melakukan audit dan evaluasi ke lapangan. Itu menjadi bahan perbaikan agar pelayanan ke depan lebih baik lagi,” kata Endang saat bersilaturahmi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak di Sekretariat PWI Lebak, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Dinas Kesehatan Lebak tidak menutup mata terhadap berbagai kritik maupun sorotan masyarakat, termasuk kasus pelayanan di PKM Pamandegan yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka, seluruh jajaran Dinkes terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami sadar betul bahwa kami adalah pelayan masyarakat. Karena itu setiap masukan, kritik maupun laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Endang mengakui, di lapangan masih terdapat berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang harus terus dibenahi. Namun demikian, pihaknya memastikan setiap persoalan akan ditindaklanjuti melalui audit internal dan pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
“Bagi kami di lapangan juga banyak berita-berita miring dan sebagainya. Karena itu setiap ada permasalahan, Dinas Kesehatan selalu melakukan audit dan evaluasi agar ke depan pelayanan semakin baik,” katanya.
Selain itu, Endang juga menilai peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kesehatan secara berimbang dan edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang objektif dapat membantu pemerintah melakukan pembenahan pelayanan sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Program-program kesehatan harus diberitakan dengan baik agar menjadi informasi yang benar dan berimbang bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dinkes Lebak memastikan akan terus melakukan pembinaan terhadap seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Lebak agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, profesional dan humanis.
Sebelumnya, PKM Pamandegan sempat menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan dari keluarga pasien terkait dugaan penolakan pelayanan rawat inap saat masa cuti bersama beberapa waktu lalu. Informasi tersebut sempat viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PKM Pamandegan, Asep, membantah adanya penolakan pasien seperti yang beredar di media sosial.
“Tidak ada penolakan pasien. Yang terjadi adalah petugas menyampaikan informasi terkait waktu dan jam pelayanan. Untuk rawat jalan memang tutup saat hari libur, tetapi pelayanan RGD tetap ada dan rawat inap buka 24 jam,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Ia menegaskan, pihak puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku, terutama untuk layanan kegawatdaruratan dan pasien rawat inap.
Kasus tersebut kini menjadi bahan evaluasi internal Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak guna meningkatkan kualitas komunikasi pelayanan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di kemudian hari. (*)