FLS3N Kalanganyar 2026 Tampil Beda, Kolaborasi Juri Silang Tingkatkan Objektivitas

Yayat - JuaraMedia
14 Apr 2026 09:57
Pendidikan 0 60
2 menit membaca

Caption : Agus Ruslan Ketua Panitia Tengah melaporkan jalanya pelaksanaan FLS3N Pendidikan Kecamatan Kalanganyar

JUARAMEDIA, LEBAK – FLS3N Kalanganyar 2026 tampil berbeda dengan menghadirkan kolaborasi juri silang bersama Kecamatan Cimarga. Inovasi ini diterapkan untuk meningkatkan objektivitas penilaian sekaligus mendorong kualitas kompetisi seni dan sastra siswa di tingkat kecamatan.

Kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Kalanganyar tahun 2026 digelar di SDN 3 Sukamekarsari, Selasa (14/4/2026)dengan melibatkan peserta dari 18 sekolah dasar se-Kecamatan Kalanganyar.

Ketua Pelaksana FLS3N Kecamatan Kalanganyar, Agus Ruslan, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana strategis dalam membentuk karakter siswa melalui seni dan budaya.

“Kolaborasi juri silang ini menjadi langkah maju agar penilaian lebih profesional dan tidak subjektif. Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain,” ujar Agus dalam sambutannya.

Menurutnya, kolaborasi antar kecamatan dalam pelaksanaan FLS3N masih jarang dilakukan. Karena itu, pihaknya bersama Kecamatan Cimarga berinisiatif menghadirkan inovasi tersebut guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

FLS3N tahun ini mengusung tema umum “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”. Selain itu, tema khusus yang diangkat adalah “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, serta menerapkan pola hidup sehat.

Agus menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang seni, mendorong kreativitas serta prestasi peserta didik, membentuk karakter dan kepribadian melalui kegiatan positif, serta memperkuat persatuan dan persahabatan antar siswa.

Pelaksanaan FLS3N mengacu pada berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta aturan terkait pengelolaan pendidikan dan pemajuan kebudayaan.

Dalam pelaksanaannya, berbagai cabang lomba digelar, mulai dari seni pertunjukan hingga karya kreatif seperti gambar bercerita dan karya inspiratif lainnya.

Agus berharap, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kecintaan terhadap budaya bangsa.

“FLS3N bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai seni budaya,” kata Kepsek SDN 1 Kalanganyar ini.

Dengan inovasi juri silang dan penguatan nilai karakter, FLS3N Kalanganyar 2026 diharapkan menjadi role model pelaksanaan kompetisi siswa yang berkualitas di tingkat daerah, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda berprestasi di Kabupaten Lebak. (budi)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi