Traktor Bantuan Kementan Tiba di Lebak, TMI Beri Peringatan Keras: Jangan Dijual atau Dikuasai Pribadi!

Yayat - JuaraMedia
2 Nov 2026 19:03
TMI 0 34
3 menit membaca

Caption : Traktor Bantuan Kementan  , Ketua TMI Lebak Ellen tanpak sedang test drive

 

JUARAMEDIA, LEBAK – Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk Kelompok Tani Mulya Tani, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, diharapkan menjadi solusi untuk menggarap lahan pertanian yang selama ini belum produktif akibat keterbatasan sarana.

Bantuan berupa satu unit traktor roda empat tersebut disalurkan melalui aspirasi DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak.

Kehadirannya sekaligus menjadi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan dan menekan biaya operasional pengolahan tanah.

Namun, di balik penyaluran bantuan tersebut, Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, menyampaikan peringatan tegas agar alsintan tidak disalahgunakan, diperjualbelikan, ataupun dikuasai untuk kepentingan pribadi.

Ellen menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan aspirasi TMI Lebak kepada Kementerian Pertanian dan tidak disertai transaksi atau pungutan dalam bentuk apa pun.

“Bantuan ini murni tidak ada transaksional. Saya ingatkan agar traktor ini dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai diperjualbelikan atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Jika ada penyelewengan, tidak ada kata ampun,” tegas Ellen di lokasi, Senin (2/11/2026)

Ia meminta Kelompok Tani Mulya Tani bertanggung jawab menjaga dan merawat traktor tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ellen juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang meminta sejumlah uang dengan dalih biaya pengurusan maupun penurunan bantuan hibah pemerintah.

Menurutnya, apabila ditemukan praktik semacam itu, TMI siap melaporkannya kepada kepolisian maupun aparat berwenang.

Ellen turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Kementerian Pertanian atas terealisasinya bantuan alsintan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Parungsari, Didin Wahyudin, menyambut positif bantuan tersebut. Ia menyebut traktor roda empat sangat dibutuhkan untuk membantu petani mengolah lahan yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Menurut Didin, bantuan tersebut menjadi perhatian pertama yang diterima Desa Parungsari dalam bentuk dukungan alsintan traktor roda empat.

“Ini merupakan sentuhan pertama bagi Desa Parungsari. Mudah-mudahan bantuan ini memudahkan petani menggarap lahan dan meringankan biaya operasional sehingga hasil pertanian ke depan semakin meningkat,” ujar Didin.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada bantuan alat mesin pertanian. Dukungan berupa bibit dan sarana produksi lainnya juga dinilai penting agar petani dapat meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraannya.

Ketua Kelompok Tani Mulya Tani, Saidun, mengaku bersyukur atas bantuan traktor roda empat tersebut.

Ia menilai keberadaan alsintan itu akan sangat membantu pekerjaan petani, terutama dalam mengolah lahan yang sulit dijangkau menggunakan traktor berukuran lebih kecil.

“Kami merasa bangga atas bantuan ini. Semoga benar-benar bermanfaat bagi kelompok tani dan ke depannya semakin banyak perhatian terhadap kebutuhan petani,” kata Saidun.

Untuk sementara, bantuan yang terealisasi bagi Kelompok Tani Mulya Tani baru satu unit traktor roda empat. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani berdasarkan ketentuan calon petani dan calon lokasi (CPCL).

Bantuan ini diharapkan tidak sekadar menjadi tambahan inventaris kelompok tani, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membuka peluang pengolahan lahan yang belum produktif.

Dengan dukungan alsintan, petani Desa Parungsari diharapkan mampu meningkatkan luas garapan, mendorong hasil panen, serta memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Sajira dan sekitarnya.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi