Viral Dugaan Penolakan Pasien, Puskesmas Pamandegan dan Keluarga Pasien Berujung Damai

Yayat - JuaraMedia
22 Mei 2026 20:35
Kesehatan 0 50
3 menit membaca

MoCaption : Mediasi Pihak Keluarga Pasen dengan Pihak Puskesmas Pamandegan

JUARAMEDIA, LEBAK – Polemik dugaan penolakan pasien di Puskesmas Pamandegan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang sempat viral dan menuai sorotan publik akhirnya berujung damai. Pihak puskesmas bersama keluarga pasien sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan setelah dilakukan mediasi dan klarifikasi langsung terkait pelayanan saat libur nasional dan cuti bersama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Pamandegan, Asep Zaenal Arifin, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penolakan terhadap pasien. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya kesalahpahaman dalam penyampaian informasi jam operasional pelayanan.

“Tidak ada penolakan pasien. Petugas hanya menyampaikan informasi bahwa pelayanan rawat jalan tutup sementara saat libur nasional dan cuti bersama. Namun layanan RGD dan rawat inap tetap berjalan normal selama 24 jam,” ujar Asep saat , Jumat (22/5/2026).

Asep menjelaskan, keluarga pasien datang saat pelayanan poli atau rawat jalan sedang tidak beroperasi sehingga memunculkan persepsi adanya penolakan pelayanan kesehatan.

Ia memastikan, pasien dengan kondisi darurat tetap mendapatkan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) melalui Ruang Gawat Darurat (RGD).

“Pasien dengan kondisi kegawatdaruratan tetap langsung ditangani oleh petugas medis. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Usai dilakukan mediasi, perwakilan keluarga pasien mengaku telah memahami penjelasan pihak Puskesmas Pamandegan terkait sistem pelayanan saat hari libur.

Keluarga pasien menyebut persoalan tersebut murni terjadi karena miskomunikasi dan kurangnya pemahaman mengenai jam operasional pelayanan rawat jalan.

“Kami awalnya mengira pasien ditolak karena pelayanan rawat jalan tutup. Setelah dijelaskan ternyata layanan darurat dan rawat inap tetap buka. Jadi memang ada kesalahpahaman,” ujar perwakilan keluarga pasien.

Syam Perwakilan Pihak keluarga Pasen juga mengapresiasi langkah cepat manajemen Puskesmas Pamandegan yang langsung membuka ruang dialog dan klarifikasi agar persoalan tidak semakin melebar di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah semuanya sudah dijelaskan dengan baik dan kami sepakat menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik,” tambahnya.

Dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut, pihak Puskesmas Pamandegan melakukan mediasi bersama keluarga pasien yang turut didampingi unsur media dan organisasi masyarakat di Kecamatan Cikulur.

Melalui mediasi itu, kedua belah pihak akhirnya sepakat saling memaafkan dan menyudahi polemik yang sempat menjadi perhatian publik.

Asep juga mengakui adanya kekeliruan dalam cara penyampaian informasi oleh petugas kepada keluarga pasien sehingga memicu kesalahpahaman.

“Kami tidak menutup mata atas adanya kekeliruan dalam komunikasi pelayanan. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Asep turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat persoalan tersebut.

Ia berjanji akan melakukan evaluasi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek komunikasi petugas kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Saya mewakili seluruh petugas Puskesmas Pamandegan meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Ke depan kami akan lebih meningkatkan pelayanan agar masyarakat merasa nyaman dan puas,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi evaluasi besar bagi manajemen Puskesmas Pamandegan untuk terus melakukan pembenahan pelayanan secara profesional, humanis, dan akuntabel.

Sebelumnya, dugaan penolakan pasien sempat ramai diperbincangkan setelah keluarga pasien mengaku kesulitan mendapatkan pelayanan saat membawa anggota keluarganya ke Puskesmas Pamandegan pada momentum libur panjang dan cuti bersama. (ika)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi