
Caption : Ketua DPW PPP Banten Siti Julaeha
JUARAMEDIA LEBAK– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Banten, Neng Siti Julaeha, menegaskan bahwa Dapil Banten 1 yang mencakup Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Kota Cilegon masih menjadi basis kekuatan atau “lumbung suara” bagi partai berlambang bintang tersebut.
Dalam acara pengukuhan pengurus harian DPW dan DPJ se-Provinsi Banten di Lebak, Siti menargetkan agar kader-kader di daerah ini mampu mempertahankan perolehan suara seperti pada Pemilu 2019 dan 2024 untuk menghadapi pertarungan Pemilu 2029.
Siti Julaeha mengungkapkan rasa bangganya atas terlaksananya agenda pengukuhan yang dihadiri oleh Gubernur, Bupati Lebak, serta seluruh perwakilan DPC dari berbagai wilayah.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk show off atau unjuk kekuatan pertama kepengurusan baru di Banten, yang bertujuan menunjukkan soliditas dan kesiapan partai meski ada dinamika internal.
”Dinamika itu hal biasa, seperti piring dengan sendok yang kadang berbunyi ‘patek trok’. Yang penting hari ini teman-teman hadir menunjukkan soliditas dan kesiapan untuk bertarung di 2029,” ujar Siti.
Menurut data yang dipaparkan, PPP masih menguasai satu kursi DPRD Provinsi di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Kota Serang. Meskipun terjadi pengurangan kursi di beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Serang dan Tangerang, Siti optimis bahwa Banten 1 tetap menjadi penyangga utama.
”Banten 1 itu Lebak, Pandeglang, Kabupatennya satu kursi masing-masing di provinsi. Di tingkat DPR RI, kita juga mampu mempertahankan kursi dalam dua pemilu berturut-turut, yakni periode 2019-2024 saat Pak Iif Miftahul Hairi menjabat, dan periode selanjutnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, target utama DPC Lebak dan Pandeglang adalah mempertahankan capaian tersebut. Siti menekankan pentingnya sinkronisasi perolehan suara antara tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional (DPR RI), yang selama ini sering menjadi tantangan bagi partai.
Untuk memperkuat posisi di Dapil Banten 1, DPP PPP diharapkan dapat mengirimkan kader-kader terbaik (fighter) minimal tiga orang untuk turun langsung di lapangan. Siti mengakui bahwa ketidaksesuaian antara suara di tingkat lokal dan nasional menjadi masalah klasik yang harus dievaluasi dan diperbaiki menjelang Pemilu 2029.
”Kalau kita sama perolehan suaranya dengan kabupaten, maka kekuatan kita akan lebih terintegrasi. Ini yang sedang kita benahi agar tidak ada lagi kesenjangan dukungan,” Pungkasnya.(*budi)