
Caption : Akmal Jayabaya
JUARAMEDIA, LEBAK – H. Mohammad Azzari Jayabaya atau yang akrab disapa Akmal Jayabaya kembali memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten periode 2026–2031.
Akmal yang maju sebagai calon tunggal ditetapkan dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Banten ke-VII di Hotel Grand Keisya, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (3/11/2026).
Muprov ke-VII tersebut digelar sebagai forum evaluasi kepengurusan sekaligus pemilihan Ketua Umum Kadin Provinsi Banten untuk lima tahun ke depan.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten, tokoh masyarakat Mulyadi Jayabaya, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten, serta sejumlah pengusaha dari berbagai wilayah di Banten.
Dalam keterangannya, Akmal mengakui bahwa mengemban amanah sebagai Ketua Umum Kadin Banten bukanlah tugas ringan. Menurutnya, Kadin memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi lokomotif penggerak perekonomian di Provinsi Banten.
“Berat menyandang amanah sebagai Ketua Umum Kadin Provinsi Banten. Karena Kadin harus menjadi lokomotif perekonomian di Provinsi Banten. Kadin Banten harus bersatu, berkarya, dan berdampak,” ujar Akmal, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan, amanah tersebut sejalan dengan pesan sang ayah, Mulyadi Jayabaya, agar dirinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten.
Muprov Kadin Banten ke-VII mengusung tema ‘Ekonomi Kerakyatan untuk Banten Maju’. Tema tersebut menjadi penegasan pentingnya peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Mulyadi Jayabaya menekankan pentingnya sinergi antara Kadin dan pemerintah. Menurutnya, Kadin harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kadin harus bersinergi dengan pemerintah, membantu menunjang perekonomian, dan yang paling penting harus berdampak terhadap rakyat,” ungkap Mulyadi
Ia berharap Kadin tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para pengusaha, tetapi juga mampu mengambil peran dalam memperkuat perekonomian daerah dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian daerah.
Ia berharap momentum Muprov Kadin Banten ke-VII tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan dan memilih pimpinan baru. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi momentum memperkuat peran Kadin sebagai penggerak ekonomi di Provinsi Banten.
“Momentum ini bukan sekadar musyawarah biasa atau mengevaluasi pengurus, tetapi Kadin harus menjadi penggerak ekonomi di Provinsi Banten dan tentunya bisa memberikan dampak terhadap masyarakat,” pungkas Andra Soni.
Dengan kepemimpinan Akmal Jayabaya untuk periode 2026–2031, Kadin Banten dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Harapannya, keberadaan Kadin tidak hanya dirasakan oleh kalangan pengusaha, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten.(budi)