
Foto : ilustrasi/net
Reporter:BinJay |Editor:Yaris
JUARAMEDIA.COM LEBAK – Sejumlah anggota di organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Cabang Kecamatan Leuwidamar meminta kepada pengurus panitia kegiatan pembangunan gedung atau sekretariat untuk segera menyampaikan perolehan hasil partisipasi yang digalang dari bulan Januari hingga April 2020.
“Kami minta pengurus PGRI Kecamatan Leuwidamar untuk segera menyampaikan laporan hasil perolehan dana partisipasi yang digalang dari anggota,” kata salah seorang anggota PGRI yang namanya enggan disebutkan di Rangkasbitung, Kamis (30/4).
Menurutnya, terkadang rapat kegiatan yang dilakukan sebelum munculnya pandemi covid-19 hanya dimusyawarahkan oleh segelintir pengurus organisasi. Kemudian, untuk hasil dialognya penyampaiannya tidak utuh.
“Kami duga kegiatan pembangunan gedung PGRI dijadikan ajang bisnis. Karena, hingga saat ini belum adanya informasi mengenai perolehan penggalangan dana partisipasi,” ungkapnya.
Mengenai nominal permintaan biaya partisipasi bulanan. Untuk satu anggota tenaga PNS, yakni Rp. 100 ribu.
“Itupun diambil dari honor kegiatan yang bersumber dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ujarnya.
Jika dihitung selama 4 bulan dari satu orang anggota yang statusnya sudah PNS kata sumber, perolehan donasinya mencapai Rp 400 ribu. Belum ditambah dari tenaga honor, sedangkan jumlah anggota PGRI ada ratusan guru.
“Kami dibebankan biaya partisipasi sebesar Rp 100 ribu disetiap bulannya selama lima tahun kedepan,” ungkapnya.
Disinggung berapa jumlah anggota PGRI Kecamatan Leuwidamar, pihaknya mengaku tidak mengetahuinya.
Di hubungi melalui sambungan aplikasi whatsapp, Ketua PGRI Kecamatan Leuwidamar, Mundar mengklaim akan segera menyampaikan hasil penggalangan dana partisipasi yang sifatnya dilakukan secara sukarela. Setelah, di evaluasi.
“Nominal partisipasi ke seluruh anggota, bersifat sukarela sesuai dengan hasil rapat kerja PGRI Cabang Leuwidamar yang dihadiri pengurus cabang dan ranting leuwidamar, serta semua kepala sekolah,” kata Mundar.
Dijelaskan Mundar, selain para kepala sekolah yang menghadiri rapat musyawarah, tentu pihaknya mengundang para perwakilan guru. Kemudian, jika ada yang merasa keberatan dengan permintaan partisipasi pembangunan gedung, mungkin mereka belum mendapatkan penjelasan yang utuh.
“Rapat kerja ini dilaksanakan sebelum covid serta partisipasi baru akan evalusi setelah triwulan ini,” ungkapnya.
Mengenai hasil perolehan penggalangan dana partisipasi kata Mundar, pihaknya meminta permohonan maaf, karena masih menunggu triwulan ini. Nanti akan disampaikan jumlah yang masuk jika sudah dievaluasi. Disinggung berapa jumlah anggota PGRI di Kecamatan Leuwidamar pihaknya mengaku.
“Maaf Saya lagi terkena musibah. Karena, salah satu mantan kepala sekolah di kami meninggal dunia,” kilahnya.
Tidak ada komentar