
Caption : Jalan Sudirman Usai Hujan
JUARAMEDIA, LEBAK – Lumpur proyek yang diduga terbawa kendaraan truk tronton membuat Jalan Jenderal Sudirman, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, licin saat hujan.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor. Bahkan, sejumlah insiden pengendara tergelincir dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.
Warga pun mempertanyakan tanggung jawab pelaksana proyek dan instansi terkait dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di depan Kampus Yatna Yuana Rangkasbitung. Kawasan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat, sehingga kondisi jalan berlumpur dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Keluhan itu disampaikan Maman, warga Kampung Jati Mulya. Ia mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas terjadi ketika hujan mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, jalan menjadi licin akibat sisa material tanah dari aktivitas kendaraan pengangkut proyek.
” Di depan kampus Yatna Yuana pernah terjadi kecelakaan. Penyebabnya karena ada pekerjaan jalan, banyak tanah sisa material yang kebawa sama mobil tronton, jadi jalan licin,” ujar Maman, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Maman, persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Kendaraan truk tronton yang keluar masuk lokasi pekerjaan diduga membawa tanah merah hingga tercecer di badan jalan.
Ketika hujan turun, tanah tersebut bercampur air dan berubah menjadi lumpur. Akibatnya, permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
“Sudah sering kami lihat, truk keluar masuk proyek bawa lumpur ke jalan raya. Kalau hujan tidak kelihatan, tiba-tiba licin. Kami yang setiap hari lewat jadi was-was,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Atuk warga lainnya melalui pesan langsung kepada Redaksi Juaramedia. Warga tersebut mengaku pernah menjadi korban akibat kondisi jalan yang licin karena lumpur.
Ia menyebut, sejumlah pengendara roda dua dilaporkan mengalami insiden tergelincir di sekitar lokasi pekerjaan, terutama ketika hujan turun.
“Sering ada hujan turun dan mengakibatkan lumpur dari sisa material ataupun yang terbawa kendaraan truk besar,” ungkapnya.
Warga itu juga menyoroti aktivitas truk tronton pengangkut material yang masih berlangsung pada sore hingga malam hari.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlumpur semakin membahayakan ketika hujan turun, terlebih bagi pengendara sepeda motor yang melintas tanpa mengetahui adanya permukaan jalan licin.
Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan dalam menjaga kebersihan dan keselamatan jalan selama aktivitas proyek berlangsung.
Sebab, kegiatan pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target fisik pekerjaan, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan pengguna fasilitas umum.
Pelaksana proyek perlu memastikan kendaraan pengangkut material tidak meninggalkan ceceran tanah di jalan raya. Jika material terbawa keluar dari lokasi pekerjaan, pembersihan semestinya segera dilakukan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Selain kontraktor, instansi yang memiliki kewenangan pengawasan juga diharapkan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di lapangan.
Warga meminta pihak terkait tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan berikutnya untuk mengambil tindakan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, masyarakat meminta sejumlah langkah konkret segera dilakukan.
Di antaranya, pembersihan rutin badan jalan menggunakan mobil penyemprot air bertekanan atau peralatan pembersih jalan, khususnya setelah hujan dan aktivitas pengangkutan material.
Selain itu, pihak pelaksana pekerjaan diminta menyediakan fasilitas pencucian ban kendaraan truk sebelum keluar dari area proyek.
Pemasangan rambu peringatan jalan licin serta penempatan petugas pengatur lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan, terutama dekat Kampus Yatna Yuana, juga dinilai penting.
Warga berharap keluhan tersebut segera ditindaklanjuti oleh kontraktor maupun instansi pemerintah yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Juaramedia belum memperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten terkait keluhan warga, termasuk penanganan material tanah yang diduga tercecer di badan jalan.
Redaksi Juaramedia membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Pembangunan infrastruktur semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menghadirkan ancaman keselamatan bagi pengguna jalan.
Jangan sampai jalan yang sedang dibangun atau diperbaiki justru menjadi titik rawan kecelakaan akibat persoalan yang sebenarnya dapat dicegah melalui pengawasan dan penanganan yang tepat. (budi)