Viral! Warga Padasuka Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Pemkab Lebak Jadi Sorotan

Yayat - JuaraMedia
23 Mei 2026 11:03
Kabar Desa 0 84
3 menit membaca

Caption : Jalan Cigombok, Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung

JUARAMEDIA, LEBAK – Viral di media sosial, warga Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, menanam pohon pisang di tengah Jalan Cigombok yang rusak parah dan berlumpur. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang disebut sudah lama rusak namun belum juga mendapat penanganan serius dari pemerintah.

Video aksi warga itu ramai beredar melalui akun media sosial tiktok lebak_buruk pada Sabtu (23/5/2026). Dalam video terlihat jalan dipenuhi lumpur dan genangan air sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.o

“Untuk saat ini Cigombok ditutup, tinggal nanduran saja, gimana ini pak lurah,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Kondisi jalan yang becek dan licin disebut kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat hujan turun. Warga mengaku kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau hujan motor sering jatuh, mobil juga susah lewat. Sudah lama rusaknya begini,” kata salah seorang warga di lokasi.

Jalan Cigombok diketahui menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Padasuka dan wilayah sekitarnya. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian warga.

Aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan pun disebut sebagai simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur. Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan agar akses jalan kembali normal dan aman dilalui.

Viralnya video tersebut memicu beragam tanggapan netizen. Banyak warganet meminta Pemerintah Kabupaten Lebak segera merespons keluhan masyarakat sebelum kondisi jalan semakin membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu,Kepala Desa Padasuka, Irawati membenarkan kondisi Jalan Cigombok memang rusak parah dan sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah berkali-kali mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kami dari desa sudah berkali-kali mendorong pembangunan Jalan Cigombok melalui Musrenbang kecamatan. Bahkan selalu masuk skala prioritas dan pernah jadi usulan utama di Kecamatan Warunggunung,” ujar Irawati kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Ira, hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi meski jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses utama.

“Jalan Cigombok itu sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi sampai sekarang belum juga dibangun. Padahal di desa kami juga ada dewan yang seharusnya bisa membantu mendorong aspirasi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sempat berharap ada pembangunan pada bagian tanjakan jalan yang paling parah agar dicor beton. Namun rencana itu batal karena tidak tersedia anggaran pada tahun ini.

“Minimal tanjakannya saja dicor supaya kendaraan bisa lewat dengan aman. Tapi tahun sekarang tidak ada anggaran,” ungkapnya.

Ira juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga dan pihak swasta pernah melakukan perbaikan sementara secara swadaya agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan.

“Saya pribadi bersama peternak ayam di situ pernah bantu turunkan batu pakai mobil. Bahkan ada pengiriman semen lewat kepala pemuda untuk perbaikan sementara,” ujarnya.

Ia menyebut panjang ruas jalan yang rusak mencapai sekitar 1,2 kilometer dengan lebar jalan antara 2,5 hingga 3 meter.

Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya sempat diperbaiki, namun tidak bertahan lama sehingga kembali rusak dan memicu kekecewaan masyarakat.

“Dulu pernah diperbaiki saat momentum pencalonan dewan, tapi tidak lama rusak lagi. Masyarakat akhirnya kecewa karena pembangunan terkesan asal-asalan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Warunggunung maupun Pemerintah Kabupaten Lebak terkait tindak lanjut perbaikan Jalan Cigombok tersebut. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi