Bimtek Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Dinilai Saling Menjatuhkan

Redaksi - JuaraMedia
6 Jan 2020 10:49
2 menit membaca

Kegiatan Bimtek di Wisma Bangkit Rangkasbitung, Senin (6/1/2020).

Reporter : Ebin | Editor : Budy

 

JUARAMEDIA COM, LEBAK – Madrasah Development Center (MDC) Kabupaten Lebak, dituding melakukan pembunuhan karakter saat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kompetensi kepala madrasah yang berlangsung di wisma Bangkit beberapa hari lalu.

Pasalnya, Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di Kecamatan Leuwidamar, Pipin Bahyudin menyayangkan jika kegiatan yang diselenggarakannya terkesan menjatuhkan KKM.

“Saya heran pelaksanaan kegiatan bimtek untuk anggaran pesertanya bisa dibawah kami,” kata Ketua KKM Kecamatan Leuwidamar, yang juga tengah menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)
MIN 1 Lebak, saat ditemui disela-sela kegiatan Bimtek di Wisma Bangkit Rangkasbitung, Senin (6/1/2020).

Disinggung soal perbedaan harga yang nilainya jauh berbeda antara pelaksanaan Bimtek yang digelar MDC dan KKM, Pipin menjelaskan, jika pihaknya beranggapan MDCKabupaten Lebak, ada indikasi atau dugaan mendapatkan subsidi pada pelaksanaan Bimtek penguatan kompetensi kepala madrasah. Sedangkan, KKM Leuwidamar, tidak mendapatkan subsidi.

“Memang untuk menggelar Bimtek ini saya memungut biaya sebesar Rp 1.550.000 kepada satu peserta. Sedangkan, MDC hanya memungut Rp 800.000,” terangnya.

Mengenai perbedaan selisih harga yang dinilai lebih mahal dari MDC, kata Pipin, tentu pihaknya mengaku bahwa acara yang digelar ini nilai untuk pembayaran ke narasumbernya lebih mahal dari MDC.

“Kita hadirkan narasumber yang berbeda dengan bawaan MDC. Terlebih, harga yang kita tawarkan atas dasar hasil musyawarah bersama,” ungkapnya.

Terpisah, salah seorang pendiri MDC Kabupaten Lebak, Ika Nurwijaya mengaku jika pihaknya menyesalkan sikap ketua KKM Leuwidamar yang menduga adanya indikasi biaya subsidi untuk peserta.

“Kita gelar Bimtek penguatan kompetensi kepala madrasah dengan anggaran satu peserta Rp 800 ribu tanpa keluar dari juknis pelaksanaan bisa berjalan,” ungkapnya.

Ika mengatakan, kenapa harus menuding MDC menjatuhkan nama KKM dalam melaksanakan Bimtek tersebut.

“Saya heran, Pak Pipin yang harganya lebih besar mengadakan Bimtek tersebut, jadi menuding kami membunuh karakter KKM. Apa mungkin, panitia Bimtek KKM ada unsur bisnis,” ujarnya.

Dia menegaskan, bukan hanya MDC yang menggelar Bimtek tersebut dengan harga dibawah KKM Leuwidamar.

“Yang jelas, patut diduga mereka adanya unsur bisnis dan saya rasa KKM Leuwidamar inginnya menyamakan besaran biaya Bimtek. Kemudian, MDC tidak ada unsur bisnis dan menjatuhkan KKM,” tegasnya.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *