
Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya Panen Melon
JUARAMEDIA, LEBAK – Kabupaten Lebak kembali menunjukkan potensi besarnya di sektor pertanian modern. Sebanyak 30 ton melon premium hasil budidaya petani binaan Kadin Banten di Kecamatan Cileles siap dipanen dan dipasarkan ke sejumlah supermarket di Jakarta dan Tangerang.
Panen raya yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 14 Mei 2026 itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri Banten Amal Jayabaya.
Keberhasilan budidaya melon premium tersebut menjadi sorotan karena mampu menyulap lahan seluas empat hektar di Desa Margawana, Kecamatan Cileles, menjadi sentra melon premium terbesar di Provinsi Banten.
Dengan populasi mencapai 30 ribu pohon, Kebun Garda Tani Margawana Mulya diproyeksikan menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan tingkat kemanisan mencapai 12 brix dan harga jual kompetitif di pasar retail modern.
Wakil Ketua I Kadin Banten Bidang Organisasi dan Tatalaksana, Agus R Wisas mengatakan, keberhasilan para petani di Cileles menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lebak.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lebak. Petani di Cileles berhasil mengembangkan melon premium yang kualitasnya siap bersaing di pasar modern,” kata Agus, Selasa (13/5/2026).
Menurutnya, tanaman melon dipanen setelah memasuki usia sekitar 65 hari. Dari total 30 ribu tanaman, masing-masing pohon diperkirakan menghasilkan dua buah melon dengan berat rata-rata 1,5 hingga 1,8 kilogram.
Agus menjelaskan, melon premium asal Kebun Garda Tani Margawana Mulya dipersiapkan khusus untuk menyasar pasar supermarket modern. Karena itu, kualitas buah menjadi perhatian utama, mulai dari tingkat kemanisan hingga kondisi fisik tanpa cacat.
“Harga jualnya sekitar Rp18 ribu per kilogram dan untuk pemasaran kami sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah supermarket di Tangerang dan Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, panen perdana nantinya akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lebak. Namun karena luas lahan mencapai empat hektar, proses panen diperkirakan dilakukan dalam dua hingga tiga tahap selama sekitar satu pekan.
“Karena lahannya luas, panennya kemungkinan dilakukan dua atau tiga kali,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar mengapresiasi keberhasilan petani melon binaan Kadin tersebut. Menurutnya, kebun melon premium itu menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Lebak memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pertanian modern bernilai ekonomi tinggi.
“Ini sangat positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi produk melon premium ini berasal dari Lebak dan punya kualitas bagus,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Banten, Fahdi Khalid. Ia menilai pengembangan kebun melon premium tersebut merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
“Program seperti ini menjadi bukti bahwa pertanian bisa dikembangkan secara modern dan memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,” katanya.
Dengan target panen mencapai 30 ton dan pasar yang mulai terbentuk di kota-kota besar, Kebun Garda Tani Margawana Mulya diproyeksikan menjadi salah satu sentra melon premium unggulan di Banten sekaligus membuka peluang baru bagi kebangkitan ekonomi pertanian di Kabupaten Lebak.(*)