Hasbi Targetkan Lebak Jadi Penopang Pangan Nasional, Panen 30 Ton Golden Melon Cileles Jadi Bukti

Yayat - JuaraMedia
14 Mei 2026 11:23
Pertanian 0 38
4 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya, ketika panen raya melon di Cileles 

JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan Kabupaten Lebak harus mampu menjadi daerah penopang ketahanan pangan nasional. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri panen raya golden melon Kelompok Tani Margawana Mulia di Kecamatan Cileles, Kamis (14/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Hasbi mendorong petani di Lebak untuk memperkuat sektor hortikultura yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta pasar yang terus berkembang.

“Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan,” kata Hasbi dalam sambutannya.

Panen raya golden melon di Cileles itu diperkirakan menghasilkan sekitar 30 ton melon premium secara bertahap selama satu bulan penuh. Keberhasilan kelompok tani tersebut dinilai menjadi bukti pertanian modern di Lebak mulai berkembang dan mampu menembus pasar ritel modern.

Hasbi menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lebak karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil pertanian masyarakat.

“Di rumah ibadah bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya. Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik, tidak ada,” ujarnya.

Menurut Hasbi, dalam RPJMD Kabupaten Lebak, pemerintah memfokuskan pembangunan pada empat sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus beralih fungsi.

“Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Hasbi turut menyinggung keterlibatan unsur TNI, Polri hingga kejaksaan dalam program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya menyebut panen raya golden melon tersebut bukan sekadar seremoni pertanian, melainkan bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.

“Hari ini bukan hanya sekadar panen raya melon, tapi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi bagian penting ketahanan pangan,” ujarnya.

Amal mengungkapkan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap keberhasilan panen raya golden melon di Kecamatan Cileles dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengembangkan pertanian produktif dan modern.

“Ini harus menjadi virus yang baik untuk masyarakat lain,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Hasbi juga mengungkap kondisi fiskal Kabupaten Lebak yang tengah mengalami tekanan akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, Hasbi optimistis pembangunan daerah tetap berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan anggaran yang transparan.

Ia juga mengingatkan seluruh pejabat daerah agar menjaga etika serta keterbukaan penggunaan anggaran negara di era digital.

“Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Panen raya golden melon tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, ulama, kelompok tani hingga pelaku usaha pertanian di Kabupaten Lebak.

Pembina Kelompok Tani Margawana Mulya, Agus R Wisas, mengatakan keberhasilan budidaya melon premium di lahan seluas empat hektare itu diharapkan menjadi contoh bagi petani lain di Lebak.

“Sekarang sudah ada contoh bahwa jadi petani melon jauh lebih menguntungkan. Kalau tanam kayu butuh tiga tahun, ini 65 hari sudah panen dan pembayarannya cash,” ujarnya.

Menurut Agus, harga golden melon di tingkat petani saat ini jauh lebih murah dibanding harga di pasar modern.

“Kalau di supermarket bisa Rp48 ribu, di sini hanya Rp20 ribu,” katanya.

Selain golden melon, kelompok tani tersebut juga mulai mengembangkan budidaya cabai dengan total sekitar 8.000 batang yang diperkirakan mulai panen bulan depan. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi