
Ratusan Peserta di Curugbitung Ikuti Ujian PAS PKBM Mandiri 2019. (Foto/JM/Ali)
Reporte: Ali | Editor: Budi Harto
JUARAMEDIA COM, LEBAK – Sebanyak 297 peserta mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) program kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri tahun 2019.
Kegiatan hari terakhir pelaksanaan ujian PAS program kesetaraan PKBM Mandiri Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tersebut berjalan aman dan lancar.
“Jumlah peserta yang mengikuti ujian penilaian akhir semester program kesetraan di PKBM Mandiri tahun 2019 sebanyak 297 orang peserta,” kata Ketua PKBM Mandiri Kecamatan Curugbitung Edi Sumardi. ST, kepada media, Minggu (22/12/2019).
Jumlah tersebut, jelas dia, terdiri dari program paket B sebanyak 88 orang peserta, dan paket C sebanyak 191 orang peserta.
“Untuk pelaksanaan ujian penilaiaan akhir semester paket B dimulai dari tanggal 13-15 Desember 2019, dan untuk paket C dilaksanakan dari tanggal 20-22 Desember 2019,” ujarnya.
Menurut Edi, dari tahun ke tahun jumlah siswa di PKBM Mandiri terus bertambah, dan ini merupakan bukti bahwa animo masyarakat untuk mengikuti program keaksaraan semakin meningkat, terutama para siswa yang tidak melanjutkan ke sekolah SMP maupun SMA dan dilanjutkan ke program paket A maupun paket B.
“Alhamdulilah, kalau siswa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” imbuhnya.
Ia menambahkan, untuk mencetak lulusan yang handal dan siap pakai, pihaknya mengaku terus meningkatkan mutu dan kualitas terhadap para siswa.
“Semua siswa yang ikut kegiatan keaksaraan di sekokah, selain mengikuti mata pelajaran seperti sekolah yang lainnya juga, para siswa pun dibekali dengan keterampilan keahlian komputer dan tataboga menjahit, dan keahlian yang lainnya,” terangnya.
Tujuannya, sambung Edi, agar semua siswa yang keluar dari sekolah sudah siap pakai dan siap terjun ke masyarakat sesuai keahliannya.
“Namun, yang menjadi kendala saat ini pihak sekolah masih terbentur dengan masih mininya sarana ruangan kelas yang jumlahnya hanya baru ada tiga ruangan kelas, dan masih membutuhkan tiga ruangan kelas,” keluh Edi.
Untuk itu, pihaknya meminta agar Dinas Pendidikan, baik itu Pemerintah Kabupaten mupun Provinsi mengalokasikan dana untuk pembangunan penambahan Ruangan Kelas Baru (RKB).
Tidak ada komentar