Bupati Lebak Warning ASN: Jangan Main Proyek dan Jual Beli Jabatan, Saya Akan Tindak Tegas

Yayat - JuaraMedia
23 Sep 2026 11:19
Daerah 0 26
5 menit membaca

Caption : Hasbi Asyidiki Jayabaya Bupati Lebak ketika Sambutan pada Acara Hari Tani Nasional 2026 

JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya memberikan peringatan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak agar tidak menyalahgunakan jabatan, kewenangan, maupun anggaran daerah untuk kepentingan pribadi.

Peringatan tersebut disampaikan Hasbi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (23/9/2026).

Hasbi menegaskan, jabatan dan kewenangan yang dimiliki seorang pemimpin harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia bahkan mengingatkan agar jabatan ditinggalkan jika tidak mampu digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Kalau kita punya jabatan, kita punya kewenangan, kita punya kekuasaan tapi tidak memiliki manfaat, lebih baik tinggalkan jabatan itu. Tinggalkan kekuasaan itu, tinggalkan kewenangan itu,” tegas Hasbi.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mengutamakan amanah dalam menjalankan tugas. Ia mengatakan, doa yang paling utama baginya bukan sekadar kesehatan, melainkan agar dapat menjadi pemimpin yang amanah.

“Kalau saya minta doa, yang pertama doakan menjadi pemimpin yang amanah. Itu dulu. Yang kedua baru saya minta doakan sehat. Karena kalau saya sehat tapi tidak amanah, tidak ada artinya saya jadi bupati,” ujarnya.

Hasbi juga menyinggung praktik jual beli jabatan dan dugaan permainan proyek yang menurutnya masih menjadi persoalan yang harus diberantas.

Ia menyebut, seorang kepala daerah tidak boleh menjadikan proyek pemerintah sebagai sarana mendapatkan keuntungan pribadi.

“Jual beli jabatan, jual beli proyek. Proyek diserahkan ke si A, fee-nya mengalir ke bupati. Proyek yang pemenang tendernya si B. Kan masih banyak oknum-oknum proyek ini di Kabupaten Lebak,” katanya.

Hasbi menegaskan, dirinya ingin membangun sistem pemerintahan yang lebih baik dengan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum bersama aparat penegak hukum.

“Makanya harus kita perbaiki bersama sistem. Ada Bapak Kajari dalam perspektif Datun, perdata dan tata usaha negara, ada Ibu Kapolres. Saya rasa penegakan hukum kita akan lebih baik, insyaallah bersama-sama,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi juga mengingatkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan ASN agar menjaga profesionalitas serta menghindari hubungan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

Ia menyampaikan telah memberikan arahan agar ASN tidak melakukan koordinasi dengan pengusaha di luar lingkungan kantor untuk kepentingan yang tidak semestinya.

“Biar pengusaha-pengusahanya, ketua Kadin datang ke dinas, ketua APINDO datang ke dinas, karena sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” kata Hasbi.

Hasbi mengatakan, kepala daerah memiliki tanggung jawab membina ASN di lingkungan Pemkab Lebak. Ia menyebut jumlah ASN yang berada di bawah pembinaannya mencapai lebih dari 15 ribu orang.

“Sebagai kepala daerah dalam Undang-Undang ASN dan Undang-Undang Pemerintahan Daerah disebut sebagai PPK, pejabat pembina kepegawaian. Saya harus membina 15.689 ASN se-Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Ia meminta ASN memahami aturan, hak dan kewajibannya serta meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Selain mengingatkan ASN, Hasbi juga menyoroti pentingnya perencanaan dalam penggunaan APBD Kabupaten Lebak.

Ia menyebut APBD Lebak mencapai sekitar Rp2,772 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,339 triliun atau 48,8 persen dialokasikan untuk belanja pegawai.

Menurut Hasbi, setiap program pemerintah harus disusun berdasarkan analisis dan perencanaan yang matang, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Berapa pun anggarannya, mau Rp2 miliar, Rp3 miliar, Rp5 miliar, Rp10 miliar, Rp20 miliar, tapi kalau perencanaannya matang, ada analisa jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, itu tidak masalah,” katanya.

Ia bahkan menyinggung adanya proyek yang menurutnya tidak memberikan hasil sebagaimana diharapkan meski sebelumnya telah menghabiskan anggaran untuk studi kelayakan.

“Artinya apa? Kita harus perbaiki perencanaan,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Hasbi juga mengajak generasi muda Kabupaten Lebak melihat sektor pangan sebagai peluang ekonomi masa depan.

Menurutnya, Lebak memiliki karakter sebagai daerah agraris sehingga sektor pertanian, perikanan dan peternakan harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan.

Ia memperkirakan peluang ekonomi besar pada masa mendatang akan banyak lahir dari sektor pangan.

“10 tahun dari sekarang, miliarder-miliarder baru akan lahir dari dunia pangan. Pondasi utamanya ada tiga, pertanian, perikanan dan peternakan,” ujarnya.

Hasbi juga mengajak DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi dan media massa melalui konsep pentahelix.

Menurutnya, kelima unsur tersebut memiliki fungsi berbeda dan saling melengkapi dalam mendorong pembangunan daerah.

“Jangan cuma sebatas bupati sambutan gagah, ketua DPD sambutan gagah. Tapi kalau kebijakan kita tidak berpihak kepada petani, apa artinya acara Hari Tani 2026 ini?” kata Hasbi.

Hasbi juga menyampaikan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak.

Ia menyebut saat ini terdapat 204 dapur SPPG yang beroperasi dan sekitar 98 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Hasbi, keberadaan SPPG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Ia memperkirakan jika sekitar 200 dapur SPPG masing-masing mempekerjakan 50 orang, maka terdapat sekitar 10 ribu tenaga kerja yang terserap.

“Kalau saya berpikir kita bulatkan saja, dari 204 itu menjadi 200. Satu dapur SPPG itu pegawainya 50. 50 dikali 200 sama dengan 10.000 penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Meski demikian, Hasbi mengakui tata kelola program tersebut tetap perlu diperbaiki dan diawasi bersama.

“Tata kelolanya perlu disempurnakan, tata kelolanya perlu diperbaiki, makanya awasi bersama-sama,” katanya.

Menutup sambutannya, Hasbi kembali mengingatkan seluruh pihak agar menggunakan jabatan, kewenangan dan fasilitas negara untuk kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap pemimpin pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan.

“Di mana tanggung jawab kita kepada negara? Di mana tanggung jawab kita kepada rakyat?” kata Hasbi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda dan petani, memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak.

“Setelah sampai kita mati nanti, karena kita pasti mati, kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat, untuk kemaslahatan umat, dan kesejahteraan para petani,” pungkasnya.(*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi