Bawa Golok, Pria Diduga Provokator Aksi di DPR RI Dikeroyok Massa hingga Bersimbah Darah

Yayat - JuaraMedia
27 Agu 2026 14:38
Demo 0 145
2 menit membaca

Caption : Pria Diduga Provokator  Bawa Golok Pada Aksi di DPR RI 

JUARAMEDIA, JAKARTA – Situasi aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), sempat memanas. Seorang pria yang diduga menjadi provokator massa diamankan aparat kepolisian setelah diteriaki dan dikeroyok peserta aksi.

Pria berbadan gempal, berambut cepak, dan mengenakan topeng tersebut menjadi sasaran amukan massa ketika perwakilan DPR RI menemui peserta aksi untuk menyampaikan hasil kesepakatan terkait pengesahan RUU Perampasan Aset.

“Woi, woi provokator b*ngsat. Gebukin woi,” teriak sejumlah massa.

Di tengah kericuhan, polisi berpakaian sipil berhasil mengamankan sebilah golok dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang disebut dibawa oleh pria tersebut.

Aparat kemudian berupaya melindungi pria itu dari amukan massa. Proses pengamanan berlangsung cukup sulit karena massa terus mengejar dan memukulinya. Bahkan, pakaian pria tersebut sempat terlepas sebagian.

“Udah-udah, kasihan. Nanti mati nih orang,” ujar seorang peserta aksi yang meminta massa menghentikan pengeroyokan.

Bagian wajah pria tersebut terlihat bercucuran darah. Meski demikian, sejumlah massa masih berupaya memukul sebelum aparat berhasil menyeret dan membopongnya menuju halaman Gedung DPR RI.

Pria tersebut kemudian dibawa ke tim medis untuk mendapatkan penanganan.

Belum diketahui secara pasti identitas pria tersebut maupun motif keberadaannya di tengah massa. Status hukumnya juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian.

Kericuhan tersebut terjadi di tengah aksi sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada hari yang sama.

Sedikitnya empat kelompok membawa agenda berbeda, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Salah satu isu yang paling menonjol adalah desakan agar DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

AMPB dan AMDB sama-sama memasukkan pengesahan RUU Perampasan Aset dalam tuntutan mereka.

AMDB juga mendesak hukuman berat bagi koruptor serta meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

Sementara GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup persoalan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, demokrasi hingga pemberantasan korupsi.

Di sisi lain, RMP4 justru menyuarakan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), namun meminta tata kelola program tersebut dievaluasi dan diperbaiki.

Beragamnya tuntutan tersebut membuat aksi di depan Gedung DPR RI menjadi salah satu titik konsentrasi massa pada Kamis siang.

Di tengah situasi tersebut, munculnya seorang pria yang disebut membawa golok dan kemudian menjadi sasaran amukan massa menambah ketegangan dalam aksi.

Kepolisian masih melakukan penanganan terhadap pria tersebut untuk mendalami dugaan keterlibatannya dalam aksi serta asal-usul senjata tajam yang diamankan.(Budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi