Konfederasi Guru Kemenag Dikukuhkan, Deni Subhani: Kini Guru Punya Rumah Besar untuk Perjuangkan Nasib

Yayat - JuaraMedia
19 Agu 2026 07:04
Pendidikan 0 193
2 menit membaca

Caption : Poto Bersama Pengurus PGIN Banten bersama Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si.,

JUARAMEDIA, JAKARTA– Guru di lingkungan Kementerian Agama kini memiliki wadah bersama untuk memperjuangkan kepentingan profesinya. Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kementerian Agama Republik Indonesia resmi dikukuhkan sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ballroom Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (18/8/2026), dengan agenda menyatukan kekuatan organisasi profesi guru lintas agama.

Sekitar 200 peserta menghadiri agenda tersebut. Kehadiran Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., perwakilan Komisi X DPR RI, Staf Khusus Menteri Agama H. Gugun Gumelar, Ph.D., Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kanwil Kemenag DKI Jakarta, serta jajaran pejabat eselon I dan II lintas agama dan pendidikan memperlihatkan besarnya perhatian terhadap lahirnya wadah baru tersebut.

Forum ini tidak sekadar menjadi seremoni pengukuhan organisasi. Lebih jauh, konfederasi tersebut diproyeksikan menjadi kekuatan bersama untuk menyatukan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan guru dalam ekosistem pendidikan Kementerian Agama.

Sekretaris Jenderal PB PGIN, Deni Subhani, M.Pd.I., menegaskan bahwa konfederasi diharapkan menjadi rumah besar perjuangan guru, khususnya bagi para pendidik yang selama ini berada dalam berbagai organisasi profesi.

“Konfederasi ini diharapkan mampu menjadi rumah perjuangan bagi guru madrasah, guru pendidikan agama, guru pondok pesantren, guru diniyah takmiliyah, serta para pendidik lintas agama lainnya yang berada dalam ekosistem pendidikan Kementerian Agama,” ujar Deni.

Menurutnya, penyatuan berbagai organisasi profesi guru tersebut penting agar perjuangan para pendidik tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Aspirasi yang berkaitan dengan kesejahteraan, profesionalitas, perlindungan, serta masa depan guru diharapkan dapat diperjuangkan melalui satu kekuatan bersama.

Lahirnya konfederasi ini juga disebut menjadi momentum bersejarah. Wadah tersebut diarahkan sebagai konfederasi organisasi profesi guru lintas agama di bawah Kementerian Agama yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Kehadiran organisasi lintas agama ini sekaligus membawa pesan bahwa perjuangan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru tidak dibatasi oleh latar belakang agama maupun jenis satuan pendidikan.

Melalui Rakernas, organisasi tersebut mulai menyusun langkah strategis dan agenda kerja untuk memperkuat posisi guru sekaligus mengawal berbagai kebijakan pendidikan yang berkaitan langsung dengan kehidupan para pendidik.

Dengan terbentuknya konfederasi, para guru di lingkungan Kementerian Agama diharapkan memiliki wadah bersama yang mampu menyuarakan kepentingan profesi secara lebih terorganisasi, konstruktif, dan berkelanjutan.

Bagi dunia pendidikan, momentum ini bukan hanya tentang lahirnya sebuah organisasi baru. Ini adalah upaya membangun rumah besar perjuangan guru, agar para pendidik tidak lagi menghadapi persoalan profesinya secara sendiri-sendiri.(*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi