Peringati May Day 2026, Ketua SPN PT  Nikomas Gemilang: 11 Agenda, Perjuangan Belum Selesai

Yayat - JuaraMedia
1 Mei 2026 08:26
May Day 0 18
2 menit membaca

Caption : Suprihat Ketua SPN PT  Nikomas Gemilang

JUARAMEDIA,SERANG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) kembali menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak normatif. Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Suprihat PT Nikomas Gemilang menegaskan bahwa perjuangan buruh hingga saat ini belum selesai.

Dalam peringatan May Day tahun ini, SPN PT Nikomas Gemilang  mengusung sedikitnya 11 agenda perjuangan belum selesai kawan  yang dinilai krusial bagi peningkatan kesejahteraan pekerja. Agenda tersebut mencakup.

– Sahkan Ruu ketenagakerjaan

– Repormasi pajak.

Hapus pajak: THR, JHT, pensiun,naikan PTKP

– Stop PHK

– Hapus outsourcing tolak upah murah

– Ratifikasi konvensi ILO 190

– Turunkan potongan tarip ojol

– Revisi UU no 2 tahun 2004

– Selamatkan industri TPT dan nikel

– Sahkan RUU perampasan aset koruptor

– Angkat PPPK jadi ASN

– Moratorium pendirian pabrik baru di industri semen

“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami membawa 11 agenda sebagai bentuk komitmen untuk terus memperjuangkan hak pekerja,” ujar Ketua SPN Suprihat, Jumat (1/5/2026)

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika industri, efisiensi perusahaan, hingga perubahan regulasi ketenagakerjaan. Oleh karena itu, serikat pekerja diharapkan tetap solid dan mampu membangun komunikasi konstruktif dengan manajemen perusahaan.

Selain menyuarakan tuntutan, SPN juga mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan. Menurutnya, dialog yang terbuka dan kolaboratif menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan.

Dalam kesempatan tersebut, SPN juga mengajak seluruh pekerja untuk menjaga kondusivitas lingkungan kerja serta meningkatkan produktivitas. Hal ini dinilai penting agar perusahaan tetap mampu bersaing di tengah persaingan global.

“Perjuangan belum selesai kawan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bijak dan terarah. Kita ingin kesejahteraan meningkat tanpa mengorbankan keberlangsungan industri,” tegasnya.

Harapannya besok presiden menyampaikan jawaban apa yg telah dijanjikan pada may day tahun kemarin.diantaranya penghapusan outsorching.”pungkasnya.(budi*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi