Inpres 2/2025 Berbuah Hasil, Petani Lebak Rasakan Manfaat Langsung Rehabilitasi Irigasi

Yayat - JuaraMedia
1 Agu 2026 12:58
Irigasi 0 28
3 menit membaca

Caption : Salah Satu Titik Pembangunan Irigasi Program rehabilitasi jaringan irigasi yang dilaksanakan pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 

JUARAMEDIA, LEBAK – Program rehabilitasi jaringan irigasi yang dilaksanakan pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 mulai membuahkan hasil di Kabupaten Lebak, Banten.

Ribuan petani kini merasakan manfaat langsung berupa aliran air yang lebih lancar hingga ke lahan pertanian, akses jalan inspeksi yang semakin baik, serta penurunan biaya angkut hasil panen hingga sekitar 50 persen.

Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Melalui program ini, pemerintah memperkuat keandalan jaringan irigasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Di Kabupaten Lebak, program tersebut diwujudkan melalui Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Daerah Provinsi Banten. Sebanyak 45,07 kilometer jaringan irigasi direhabilitasi untuk meningkatkan layanan pengairan pada lahan pertanian seluas 4.845 hektare.

Rehabilitasi tersebut mencakup delapan daerah irigasi, yakni D.I. Cibinuangeun, D.I. Cisiih, D.I. Cikoncang, D.I. Cikidang, D.I. Bungbas, D.I. Leuwiheureung, D.I. Cilangkahan II, dan D.I. Cimangeunteung.

Perwakilan UPTD Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibaliung–Cisawarna, H. Kuncoro, mengatakan sebelum direhabilitasi, sejumlah jaringan irigasi mengalami kerusakan, sedimentasi cukup tinggi, serta aliran air yang tidak mampu menjangkau hingga wilayah hilir. Kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan irigasi bagi lahan pertanian.

Menurutnya, setelah rehabilitasi dilaksanakan, perubahan mulai dirasakan para petani. Aliran air menjadi lebih lancar sehingga distribusi air ke areal persawahan lebih optimal. Selain itu, pembangunan jalan inspeksi juga memudahkan mobilitas petani menuju lahan sekaligus menekan biaya angkut hasil panen.

“Sebelumnya banyak saluran irigasi yang rusak, sedimen juga menumpuk sehingga aliran air tidak sampai ke hilir. Jalan menuju saluran juga sulit dilalui. Setelah dilakukan rehabilitasi, aliran air jauh lebih baik dan manfaatnya langsung dirasakan petani. Jalan inspeksi yang dibangun juga sangat membantu sehingga biaya angkut hasil pertanian dapat berkurang hingga sekitar 50 persen,” ujar H. Kuncoro,kepada wartawan Sabtu (1/8/2026)

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian menjelaskan pekerjaan rehabilitasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, serta peraturan yang berlaku.

Saat ini proyek masih berada dalam masa pemeliharaan yang dimulai sejak 31 Januari 2026 dan berlangsung selama 360 hari sesuai dokumen kontrak.

BBWS mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring lapangan terdapat beberapa titik yang mengalami longsoran dan memerlukan penanganan selama masa pemeliharaan. Namun secara umum jaringan irigasi tetap berfungsi melayani daerah irigasi sesuai dengan peruntukannya.

Untuk memastikan kondisi teknis tetap memenuhi standar, BBWS akan melakukan verifikasi lapangan terhadap titik-titik yang mengalami longsoran. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

BBWS juga telah menginstruksikan penyedia jasa agar segera melakukan perbaikan sebagai bagian dari kewajiban selama masa pemeliharaan.

Penyedia jasa diwajibkan melaksanakan inspeksi, monitoring, evaluasi, serta penanganan terhadap setiap bagian pekerjaan yang memerlukan tindak lanjut guna menjaga kualitas, fungsi, dan keandalan infrastruktur.

Dengan selesainya seluruh tahapan pemeliharaan, rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Lebak diharapkan semakin meningkatkan keandalan layanan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian, mendukung peningkatan produktivitas petani, memperkuat ketahanan pangan, serta menyukseskan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi