Diduga Sabotase! Jaringan Dukodu Ciseda-Bojong Juruh Lumpuh Total

Yayat - JuaraMedia
4 Sep 2026 14:12
HUKRIM 0 119
3 menit membaca

Caption :  Jaringan Internet Milik  Dukodu Disabotase 

JUARAMEDIA LEBAK – Dugaan sabotase menghantui jaringan internet Dukodu di jalur Ciseda-Bojong Juruh, Kabupaten Lebak.

Layanan pelanggan lumpuh total setelah tim teknisi menemukan tiga kabel induk terputus serta satu unit ODP dan satu FDT hilang di Kampung Bojong Juruh, sekitar SD Bojong Juruh 2, Jumat (4/9/2026).

Pola kerusakan tersebut diduga kuat bukan gangguan jaringan biasa. Selain kabel utama yang terputus, sejumlah perangkat penting dalam infrastruktur distribusi jaringan juga dilaporkan raib dari lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan tim teknisi Dukodu, kerusakan ditemukan pada sejumlah titik jaringan di sekitar Kampung Bojong Juruh.

Sedikitnya tiga kabel induk ditemukan dalam kondisi terputus. Kabel tersebut merupakan bagian penting dalam jalur distribusi koneksi internet kepada pelanggan.

Putusnya kabel induk menyebabkan aliran data terganggu dan berdampak terhadap pelanggan Dukodu di sepanjang jalur Ciseda hingga Bojong Juruh.

Tidak hanya kabel, tim teknisi juga menemukan perangkat jaringan yang seharusnya berada di lokasi telah hilang.

Dua perangkat yang dilaporkan hilang masing-masing merupakan Optical Distribution Point (ODP) dan Fiber Distribution Terminal (FDT).

ODP merupakan perangkat yang digunakan untuk mendistribusikan jaringan fiber optik menuju pelanggan. Sementara FDT menjadi bagian dari infrastruktur terminal distribusi jaringan.

Hilangnya kedua perangkat tersebut semakin memperkuat dugaan adanya tindakan yang disengaja terhadap infrastruktur jaringan.

Tim teknisi Dukodu, termasuk Kang Azzam bersama sejumlah teknisi lainnya, langsung melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi titik kerusakan dan dampaknya terhadap layanan pelanggan.

Akibat kerusakan tersebut, layanan internet Dukodu di sepanjang jalur Ciseda hingga Bojong Juruh mengalami kelumpuhan total.

Pelanggan yang mengandalkan jaringan tersebut tidak dapat mengakses layanan internet seperti biasanya. Kondisi ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, pekerjaan hingga kegiatan belajar.

Gangguan menjadi semakin serius karena kerusakan tidak hanya terjadi pada kabel, tetapi juga melibatkan perangkat distribusi jaringan.

Pola kerusakan berupa terputusnya tiga kabel induk sekaligus hilangnya ODP dan FDT membuat pihak teknisi menduga kuat adanya tindakan vandalisme, sabotase atau pencurian aset jaringan.

“Dugaan sementara kami, kabel putus, serta hilangnya ODP dan FDT ini sengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ini indikasi kuat adanya tindak vandalisme atau pencurian aset jaringan,” ujar sumber dari tim teknis Dukodu, Jumat (4/9/2026).

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bagaimana kerusakan terjadi serta siapa pihak yang bertanggung jawab.

Pihak Dukodu kini melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk menindaklanjuti dugaan kerusakan dan hilangnya perangkat jaringan tersebut.

Di saat yang sama, tim teknisi berupaya melakukan perbaikan pada jaringan yang terdampak agar layanan kepada pelanggan dapat segera kembali normal.

Pihak teknisi juga melakukan penelusuran terhadap kondisi infrastruktur di sekitar lokasi untuk mengetahui kemungkinan adanya titik kerusakan lain.

Masyarakat di sekitar jalur Ciseda-Bojong Juruh diimbau ikut menjaga infrastruktur jaringan yang berada di lingkungan mereka.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak Dukodu maupun aparat setempat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tiang jaringan, kabel fiber optik, ODP maupun perangkat distribusi lainnya.

Sebab, selain mengakibatkan kerugian terhadap penyedia layanan, kerusakan infrastruktur jaringan juga berdampak langsung terhadap masyarakat yang menggunakan layanan internet.

Hingga berita ini diterbitkan, proses perbaikan dan penelusuran terkait dugaan sabotase tersebut masih berlangsung.(*budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi