Merasa Dipersulit Keluar dari Anggota Serikat Pekerja,Buruh Nikomas Datangi Kantor SPN 

Yayat - JuaraMedia
25 Mei 2026 22:27
SPN 0 15
2 menit membaca

Caption : Karyawan Nikomas Datangi Kantor SPN 

JUARAMEDIA, SERANG – Puluhan buruh mendatangi kantor PSP SPN PT Nikomas Gemilang, Senin (25/5/2026), setelah mengaku mengalami kesulitan saat mengurus pengunduran diri dari keanggotaan serikat pekerja serta penghentian pemotongan iuran. Sejumlah pekerja bahkan mengklaim telah berkali-kali datang ke kantor serikat, namun proses yang mereka tempuh dinilai belum juga menemui kejelasan.

Kedatangan para pekerja tersebut disebut sebagai bentuk tindak lanjut setelah beberapa kali sebelumnya mereka mengajukan permohonan penghentian keanggotaan dan pemotongan iuran, tetapi merasa belum memperoleh penyelesaian yang pasti.

Salah seorang pekerja berinisial L, yang meminta identitas lengkapnya dirahasiakan, mengaku telah tujuh kali mendatangi kantor serikat untuk mengurus penghentian pemotongan iuran.

“Saya sudah tujuh kali datang, tapi selalu ada alasan dan proses tambahan. Saya hanya menuntut hak saya agar pemotongan iuran dihentikan. Itu uang saya, dan saya sudah tidak bersedia lagi dilakukan pemotongan,” ujar L

Menurut pengakuan sejumlah pekerja lainnya, ada yang bahkan telah datang hingga delapan kali dengan tujuan yang sama. Mereka menilai proses administrasi tersebut berlangsung terlalu lama dan berharap ada penyelesaian yang lebih cepat, terbuka, serta tidak berbelit.

Para pekerja juga menyinggung ketentuan dalam yang menjamin kebebasan pekerja untuk bergabung maupun tidak bergabung dalam organisasi serikat pekerja.

Sebagian pekerja berpendapat, ketika surat kuasa penghentian pemotongan iuran telah disampaikan, proses tersebut seharusnya dapat segera ditindaklanjuti tanpa prosedur tambahan yang dianggap memberatkan.

Selain mempertanyakan mekanisme di internal serikat, para pekerja juga menyoroti sikap manajemen yang dinilai belum memberikan solusi atas persoalan yang berkembang.

Saat dimintai tanggapan terkait polemik tersebut, pihak manajemen melalui Mr. Willson menyampaikan bahwa persoalan itu masih dalam tahap dipelajari.

Di sisi lain, pekerja berinisial L juga mengaku sempat mendapat pertanyaan mengenai atasan kerja dan lokasi gedung tempatnya bekerja ketika mengurus pengunduran diri dari keanggotaan serikat.

Menurutnya, pertanyaan tersebut memunculkan kekhawatiran akan adanya potensi intervensi di lingkungan kerja, meski hingga kini belum dapat dipastikan.

Sementara itu, pihak SPN disebut telah menyampaikan bahwa mereka tidak mempersulit proses pengunduran keanggotaan. Namun demikian, sejumlah pekerja tetap menyatakan keberatan karena merasa harus bolak-balik datang tanpa mendapatkan kepastian penyelesaian.

Dalam peristiwa tersebut juga muncul pernyataan dari salah satu pengurus SPN yang menyebut kenaikan gaji pekerja selama ini merupakan hasil perjuangan SPN.

Pernyataan itu memicu beragam tanggapan dari sejumlah pekerja yang menilai perjuangan hak buruh melibatkan banyak unsur dan organisasi lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja berharap ada penyelesaian yang transparan, terbuka, dan tetap menghormati hak kebebasan berserikat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. (sen)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi