Kepsek SMAN 1 Cimarga Buka Suara Soal Aksi Mogok Siswa: “Ada yang Setting, Fitnah Sudah Keterlaluan”

Yayat - JuaraMedia
13 Okt 2025 20:09
3 menit membaca

Caption : Video pernyataan Kepsek SMAN 1 Cimarga, menanggapi aksi mogok sekolah siswanya 

JUARAMEDIA, LEBAK – Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitriah, akhirnya angkat bicara terkait aksi mogok sekolah yang dilakukan ratusan siswanya . Dini menyebut, aksi tersebut sarat dengan rekayasa dan fitnah yang mencoreng nama baik sekolah. Ia menegaskan, niat pihak sekolah selama ini hanya untuk mendisiplinkan dan melindungi siswa dari kenakalan remaja, termasuk bahaya rokok di lingkungan sekolah.

Menurut Dini, peristiwa yang memicu aksi mogok siswa berawal dari kegiatan Jumat Bersih, di mana dirinya tengah mengontrol kegiatan kerja bakti dan menemukan sejumlah siswa yang diduga merokok di area belakang sekolah.

“Saya hanya menegur karena melihat anak sedang ngerokok. Saya panggil baik-baik, tapi anak itu malah lari. Saya marah bukan karena rokoknya, tapi karena dia bohong. Itu kan soal karakter,” ujar Dini saat diwawancarai wartawan, Senin (13/10/2025).

Dini menilai, kejadian sederhana itu kemudian digoreng dan disetting menjadi isu kekerasan terhadap siswa. Bahkan, beredar video yang menggambarkan seolah-olah ada siswa pingsan akibat tindakan kekerasan guru.

 “Aneh, itu video disetting. Anak yang disebut pingsan itu sebenarnya berdiri bareng di lapangan. Saya tahu betul, karena saya di lokasi. Ini sudah masuk ke arah fitnah,” tegasnya.

 Soal Spanduk dan Aksi Mogok Siswa:

Dini juga mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk bertuliskan “Kami Tidak Akan Sekolah Sebelum Kepsek Dilengserkan” di gerbang sekolah.

“Saya sudah cek ke satpam. Jam 12 malam spanduk belum ada, tapi jam 5 pagi sudah terpasang. Satpam kita rutin patroli tiap dua jam dan lapor ke grup. Jadi ini dilakukan diam-diam,” ungkapnya.

Kendati begitu, Dini menegaskan pihaknya tetap memilih bersikap profesional dan terus menjaga suasana kondusif di lingkungan sekolah.

 “Kita ASN, tugasnya melayani. Saya sudah koordinasi dengan guru, wali kelas, dan komite untuk menenangkan situasi. Sekolah tetap jalan, anak-anak diimbau kembali belajar,” ucapnya.

 “Saya Sedih, Tapi Akan Tetap Melayani”

Dengan nada lirih, Dini mengaku sedih melihat kondisi sekolah yang ia bangun dengan penuh dedikasi kini menjadi sorotan negatif.

“Saya bangun Cimarga ini dari awal. Buat halte biar anak nggak kehujanan, bangun pos satpam, dan jaga anak-anak agar disiplin. Tapi malah difitnah. Saya kerja tulus untuk negara,” katanya.

Ia juga menegaskan siap berdamai dengan pihak mana pun dan membuka ruang dialog demi kebaikan bersama.

 “Kalau memang ada masalah, ayo kita bicarakan baik-baik. Saya nggak ingin anak-anak dirugikan. Sekolah ini harus tetap jalan,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Kepsek SMAN 1 Cimarga Dini Fitriah diduga telah melakukan kekerasan (menampar) salah satu siswanya bernama Indra Lutfiana Putra kelas XII 1.

Akibat perbuat Kepsek tersebut, orang tua siswa (Indra – red) Indah & Diyono mengaku tak terima, dan melaporkannya ke Unit PPA Polres Lebak oleh pihak keluarga siswa melalui kuasa hukum, dan kini tengah dalam proses penyelidikan. Kasus tersebut juga telah mendapat perhatian dari Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, yang menegaskan bahwa penanganannya harus objektif dan proporsional.

Penulis : Budi – Yaris 

Editor : Yayat Rismunadi Juaramedia 

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi