
Kondisi Jalan penghubung Kecamatan Cijaku dan Kecamatan Malingping rusak parah
JUARAMEDIA LEBAK – Miris melihat Kondisi Jalan penghubung Kecamatan Cijaku dan Kecamatan Malingping rusak parah, dari tahun ke tahun belum tersentuh aspal hitam,sudah enam tahun melewati jalan tersebut belum ada perubahan.
“Jalannya yang parah itu, arah memasuki Kampung Cidolog Desa Kandangsapi Kecamatan Cijaku dari Pamundayan melewati perkebunan, tepatnya bagian jalan yang rusak itu,” Kata Imelda saat di hubungi melalui WhatsApp nya kepada media, Selasa (25/08/2020).
Ujar dia, salah satu akses yang bisa lewati jika ingin keluar wilayah dari desa Kandangsapi.
“Setiap hari, anak sekolah, para guru, petani, pedagang, Karyawan melewati jalan ini. Tidak jarang saya sendiri pun datang terlambat ke sekolah,” tuturnya.
Menurut Imelda, sudah enam tahun lewat jalan sini, dari sejak SMP sampai SMK jalan tidak berubah. Bahkan, kendaraan roda empat hampir tidak bisa melawati jalan ini. Sudah bertahun tahun kami menikmati jalan separah ini, kondisi Sudah berbusa busa.
“Kami pernah mengusulkan pembangunan jalan. Dulu waktu kampanye para caleg sebelum terpilih, Caleg berkata Banten berjaya Lebak sejahtera, dan akan membangun Desa,” tukasnya.
Sampai sekarang, keluh Imelda, belum terealisasi, belum ada kabar cerita tentang pembangunan jalan tersebut.
“Kemerdekaan melawan penjajah memang sudah usai, tapi perjuangan mempedulikan lingkungan serta daerah sendiri masih belum dilakukan, kadang jabatan memang hanya sekedar dijadikan ajang memperkaya diri dan keluarga,” tandasnya.
Dijelaskannya, masyarakat memang tidak pernah demo urusan jalan, tapi itu bukan alasan Pemerintah setempat diam dengan ribuan alasan. Jalan pelosok juga mesti layak digunakan bukan dilupakan.
Imelda yang baru lulus SMK tahun 2020 ini, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten lebak, untuk segera memperhatikan pembangunan jalan tersebut.
Sementara Andi Arif berpropesi sebagai pedagang dipasar malingping mengatakan sudah lama jalan ini tidak pernah ada perbaikan, seolah-olah ada pembiaran.
“Yang saya tahu dimedia masa pembangunan jalan, kalau jalan desa bisa dibangun dari dana desa. Dan kalau jalan kabupaten bisa di usulkan melalui reses dewan Kabupaten dapil setempat,” katanya. (arya)
Tidak ada komentar