Aktivis GMNI Soroti Keamanan Malam di Banjarsari, Minta Polisi Intensifkan Patroli di Titik Rawan

Yayat - JuaraMedia
23 Sep 2026 06:54
Daerah 0 18
2 menit membaca

Caption : Aktivis GMNI Komisariat FISIP Universitas Setiabudhi Rangkasbitung, Jatna Sihab

JUARAMEDIA,LEBAK – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meminta Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarsari mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan di wilayah hukumnya.

Dorongan tersebut disampaikan Demisioner Ketua GMNI Komisariat FISIP Universitas Setiabudhi Rangkasbitung, Jatna Sihab, pada Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, patroli rutin pada malam hari penting sebagai langkah preventif untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli malam dinilai penting tidak hanya untuk merespons laporan setelah terjadi gangguan keamanan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya peluang bagi pelaku kejahatan,” ujar Jatna.

Ia meminta patroli tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dijadwalkan secara berkala dengan menyasar lokasi yang minim penerangan, ruas jalan yang sepi, kawasan permukiman, serta sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas warga.

Jatna menyebut wilayah Desa Bojongjuruh, Kertarahayu, Kerta, dan Kertaraharja sebagai sejumlah lokasi yang menurutnya perlu mendapat perhatian, terutama pada malam hari.

“Lokasi wilayah Desa Bojongjuruh, Kertarahayu, Kerta, Kertaraharja, dan wilayah yang minim penerangan merupakan wilayah yang rawan terhadap tingkat kejahatan,” katanya.

Selain meminta peningkatan patroli, Jatna mendorong Polsek Banjarsari membangun koordinasi dengan unsur keamanan di tingkat desa.

Menurutnya, pengamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Linmas, pemerintah desa, RT/RW, tokoh pemuda, serta masyarakat dapat dilibatkan dalam menjaga keamanan lingkungan melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih aktif.

“Dari langkah Polsek bisa mengajak Linmas dan Poldes untuk bergerak bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Jatna menilai sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat memperkuat sistem keamanan lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan penerangan dan aktivitas warga yang relatif rendah pada malam hari.

Menurut Jatna, kehadiran personel kepolisian secara langsung di lapangan dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan.

“Patroli malam penting dilakukan sebagai langkah pencegahan. Kehadiran polisi di lapangan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mempersempit ruang terjadinya tindak kejahatan,” tuturnya.

Ia berharap masukan tersebut menjadi perhatian bersama agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Banjarsari tetap terjaga, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

Hingga berita ini ditulis, permintaan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan aktivis GMNI. Konfirmasi dari pihak Polsek Banjarsari mengenai pola patroli malam dan titik rawan yang menjadi prioritas belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.(*mir)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi