Tekan Biaya Distribusi Pangan, TMI Lebak Kaji Kendaraan Listrik untuk Angkut Hasil Tani

Yayat - JuaraMedia
4 Sep 2026 20:05
TMI 0 87
3 menit membaca

Caption : Ketua Umum TMI Don Muzakir Didampingi Ketua TMI Lebak Ellen ke PT YIFANG ECO VEHICLE di Tangerang, Selasa (2/9/2026).

JUARAMEDIA,TANGERANG – Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lebak mulai mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik sebagai solusi menekan biaya distribusi hasil pertanian. Inovasi transportasi ini dinilai berpotensi membantu petani dan pedagang memangkas ongkos logistik sekaligus menjaga harga pangan tetap terjangkau.

Kajian tersebut dilakukan melalui kunjungan Ketua TMI Lebak Ellen Herdyansyah bersama Ketua Umum TMI Don Muzakir ke PT YIFANG ECO VEHICLE di Tangerang, Selasa (2/9/2026).

Kunjungan itu turut dihadiri Ketua PAPERA Banten Yusuf Wibisono serta perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Pertemuan membahas peluang penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas petani dan pedagang dalam mendistribusikan komoditas dari sentra produksi menuju pasar.

Ellen Herdyansyah mengatakan, persoalan ketahanan pangan tidak berhenti pada kemampuan memproduksi hasil pertanian.

Distribusi yang lancar dan efisien juga menjadi faktor penting agar komoditas dapat sampai ke konsumen dengan biaya yang terkendali.

Menurutnya, tingginya biaya logistik dapat menjadi salah satu komponen yang memengaruhi harga komoditas ketika sampai di pasar.

“Kami melihat kendaraan listrik sebagai salah satu peluang untuk mendukung modernisasi distribusi pangan. Namun, teknologi tersebut harus mampu menjawab kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat bagi petani, pedagang, hingga konsumen,” ujar Ellen.

Ia menegaskan, TMI tidak ingin pemanfaatan kendaraan listrik hanya mengikuti perkembangan teknologi. Kajian harus dilakukan secara menyeluruh agar kendaraan yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan karakteristik distribusi komoditas pertanian di lapangan.

Ellen menyebut kendaraan listrik berpotensi menjadi alternatif transportasi bagi pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pangan, khususnya apabila aspek teknis dan ekonominya dinilai layak.

“Kami ingin memastikan inovasi ini bukan sekadar tren, tetapi benar-benar mampu meningkatkan efisiensi rantai pangan,” katanya.

Menurut dia, aspek yang perlu dikaji antara lain kemampuan kendaraan membawa muatan, jarak tempuh, kebutuhan operasional, hingga efisiensi biaya dibandingkan kendaraan konvensional.

Kajian tersebut menjadi langkah awal TMI untuk melihat secara lebih konkret spesifikasi teknis dan kelayakan ekonomi kendaraan listrik apabila diterapkan bagi anggota TMI dan APPSI di Kabupaten Lebak.

TMI Lebak berharap pemanfaatan teknologi kendaraan listrik nantinya tidak hanya berdampak terhadap efisiensi transportasi, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap ekosistem pangan.

Biaya distribusi yang lebih efisien diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan harga pangan, sekaligus membuka peluang peningkatan keuntungan bagi petani dan pedagang.

Langkah tersebut juga dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong sektor pertanian dan perdagangan di Kabupaten Lebak agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi transportasi yang lebih efisien.

Meski demikian, TMI masih menempatkan kajian teknis dan ekonomi sebagai tahap awal sebelum menentukan bentuk pemanfaatan kendaraan listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan distribusi pangan di Lebak. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi