Bupati Lebak Hadiri IIGCE 2026, Potensi Panas Bumi RI Jadi Sorotan

Yayat - JuaraMedia
19 Agu 2026 17:59
3 menit membaca

Caption : Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya Ketika Menghadiri IIGCE 2026, di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menghadiri pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Forum internasional yang digelar oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) tersebut menyoroti besarnya potensi energi panas bumi Indonesia yang mencapai 23,2 gigawatt (GW). Namun, dari potensi tersebut baru sekitar 2,78 GW atau 11,6 persen yang telah terpasang.

IIGCE 2026 mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security.”

Tema tersebut menegaskan posisi energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi baseload yang dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia menyampaikan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, mencapai 23,2 GW.

Namun, kapasitas panas bumi yang telah terpasang baru sekitar 2,78 GW atau 11,6 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

Menurut Bahlil, potensi tersebut perlu segera diwujudkan menjadi energi yang dapat memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Pemerintah juga mendorong para pengembang yang telah memperoleh konsesi agar tidak hanya menahan izin atau konsesi, tetapi segera melakukan realisasi pengembangan di lapangan.

Langkah tersebut diiringi dengan upaya pemerintah membenahi regulasi, menyiapkan berbagai insentif, serta mendorong kolaborasi antara regulator dan pelaku usaha.

Kehadiran Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya dalam IIGCE 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengikuti perkembangan sektor energi terbarukan.

Forum tersebut sekaligus membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Lebak untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat, pelaku industri, investor, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan energi terbarukan dinilai memiliki keterkaitan dengan optimalisasi potensi sumber daya daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting agar pengembangan potensi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain aspek energi, pengembangan tersebut juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

IIGCE 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan serta masa depan energi panas bumi di Indonesia.

Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi mengenai teknologi dan kebijakan geothermal, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat peluang investasi dan kerja sama dalam pengembangan energi panas bumi.

Bagi Kabupaten Lebak, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring sekaligus mengikuti arah kebijakan nasional di bidang energi terbarukan.

Pemerintah Kabupaten Lebak juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak dalam mengoptimalkan potensi sumber daya daerah, dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Besarnya potensi panas bumi Indonesia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan potensi mencapai 23,2 GW dan baru 2,78 GW yang terpasang, ruang pengembangan energi geothermal nasional masih terbuka lebar. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi