Pengerjaan Bangunan Bumdes Rekruit Tenaga Lokal

Redaksi - JuaraMedia
9 Des 2019 09:28
2 menit membaca

Foto: Pengerjaan Bangunan Bumdes 

Reporter: Ika-Diding | Editor: Budi Harto

 

JUARAMEDIA COM, Lebak – Pemerintah Desa (Pemdes) Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengalokasikan anggaran yang dikeluarkan dari Dana Desa (DD) Tahun 2019 sebesar Rp220 juta.

Penyerapan anggaran tersebut diperuntukkan mendirikan bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Putra Sejahtera dengan melibatkan tenaga kerja di desa setempat atau lokal.

“Kita serap anggaran dana desa di Tahun 2019 yang sebelumnya telah disepakati melalui rapat Musyawarah Desa (Musdes) untuk mendirikan bangunan Bumdes,” kata Kepala Desa Cikulur, Tatang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/12).

Menurutnya, pembangunan Bumdes sebanyak 3 lokal, tentu hal tersebut memiliki tujuan selain memberdayakan masyarakat setempat dalam mengembangkan bidang usahanya serta memberikan kesempatan
bagi para tenaga kerja lokal yang saat ini mereka tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan.

“Kami melakukan pembangunan Bumdes melibatkan tenaga kerjanya masyarakat setempat, karena jika menggunakan pekerja lokal hasilnya bisa dipastikan sesuai kebutuhan, keinginan dan kekuatannya akan bertahan lama,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika pihaknya selama proses kegiatan pembangunan berlangsung dari awal hingga di hari ke 14 ini, selalu mengawasi. Bahkan, ia menargetkan waktu pelaksanaan tepat pada waktunya.

“Lokasi pembangunan ada di tengah-tengah Kampung Mandeg. Sebab, area tersebut cukup strategis,” ungkapnya.

Dia berharap, semoga bangunan Bumdes dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Cikulur.

Di tempat yang sama, Hurdi salah satu pekerja mengaku jika pihaknya akan bekerja sesuai prosedur atau Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diminta oleh pihak pemdes setempat.

“Oleh karena itu, kita manfaatkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Desa untuk mengerjakan pembangunan Bumdes sesuai target pelaksanaan dan kwalitasnya,” kata Hurdi.

Dia menambahkan, untuk luas bangunan Bumdes yang sudah ditentukan sesuai rencana, 10 Meter panjang, kemudian lebarnya 5 Meter dengan jumlah pekerja 4 orang Tukang. Sedangkan kernetnya 4 orang.

“Jadi untuk jumlah seluruh pekerjanya sebanyak 8 orang dengan nilai upah sedikit berbeda antara Tukang dan Kernet,” terangnya.

Disinggung berapa besaran upah yang diberikan oleh pihak pemdes setempat, Hurdi mengaku jika upah Tukang setiap harinya dibayar sebesar Rp 125.000. Kemudian, upah kernet per harinya dibayar Rp 95.000.

“Intinya kita akan malaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan keinginan pemdes. Terlepas, kondisi cuaca yang tidak beraturan tentu saya dan rekan-rekan akan tetap konsisten dengan waktu,” pungkasnya.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *