Manuver Politik Nabil Jayabaya Masuk Demokrat Disorot, Pengamat Baca Sinyal Menuju Pilkada

Yayat - JuaraMedia
2 Agu 2026 12:35
Politik 0 62
3 menit membaca

Caption : Nabil Jayabaya (baju biru) bersama pengamat politik King Badak  

JUARAMEDIA, LEBAK – Manuver politik Moch. Nabil Jayabaya yang resmi bergabung dengan Partai Demokrat pada Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Banten terus menjadi sorotan. Pengamat politik Banten, H. Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, menilai langkah tersebut bukan sekadar perpindahan partai, melainkan sinyal kuat dimulainya strategi politik jangka panjang menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak.

Menurut King Badak, bergabungnya Nabil ke Partai Demokrat membuka peluang besar bagi tokoh muda tersebut untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Lebak melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

“Masuknya Nabil ke Demokrat bukan sekadar berganti kendaraan politik. Saya melihat ini sebagai langkah strategis yang dapat mengantarkannya menjadi Ketua DPC Demokrat Lebak sekaligus memperkuat posisinya menghadapi Pilkada mendatang,” ujar King Badak kepada JUARAMEDIA, Minggu (2/8/2026).

King Badak menilai, Nabil memiliki modal politik yang kuat. Selain dikenal sebagai Bendahara Umum DPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Nabil juga dinilai memiliki jaringan luas di kalangan dunia usaha dan kedekatan dengan masyarakat Kabupaten Lebak.

Menurutnya, aktivitas sosial yang selama ini dilakukan Nabil, mulai dari membantu masyarakat hingga merespons berbagai persoalan di lapangan, telah membangun kedekatan emosional dengan masyarakat akar rumput.

“Popularitas, jaringan organisasi, kemampuan komunikasi, serta aktivitas sosial menjadi modal penting dalam membangun kekuatan politik di daerah,” katanya.

Ia menilai, apabila dipercaya memimpin DPC Demokrat Kabupaten Lebak, posisi tersebut akan menjadi modal strategis untuk membangun konsolidasi partai sekaligus meningkatkan daya tawar politik menjelang Pilkada.

“Ketua DPC memiliki peran penting dalam membangun mesin partai. Jika itu terjadi, tentu peluang politik Nabil akan semakin terbuka, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati. Namun semua tetap bergantung pada keputusan partai dan dinamika politik yang berkembang,” ujarnya.

King Badak juga berpandangan bahwa kehadiran Nabil dapat memberikan energi baru bagi Partai Demokrat di Kabupaten Lebak.

Menurutnya, Demokrat berpotensi memperoleh figur muda yang memiliki basis dukungan masyarakat, sementara Nabil mendapatkan ruang politik yang lebih luas untuk mengembangkan kiprahnya di panggung politik daerah.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Demokrat maupun DPD Partai Demokrat Banten mengenai siapa yang akan memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak pada Muscab mendatang.

Dengan demikian, prediksi mengenai peluang Nabil memimpin Demokrat Lebak maupun maju pada Pilkada masih merupakan analisis politik yang berkembang di kalangan pengamat dan belum menjadi keputusan resmi partai.

Perkembangan Muscab Demokrat Lebak diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik yang paling dinantikan pada akhir Agustus 2026 karena berpotensi memengaruhi konfigurasi politik menjelang Pilkada Kabupaten Lebak berikutnya. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi