UNJ dan USBR Tandatangani MoU , Pemkab Lebak Yakin Lahirkan SDM Unggul dan Pusat Kajian Budaya Nasional

Yayat - JuaraMedia
29 Jul 2026 10:21
Budaya 0 39
3 menit membaca

Caption : Rektor UNJ MoU dengan USBR Rangkasbitungpeningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), riset, pendidikan, serta pengembangan kebudayaan di Kabupaten Lebak.

JUARAMEDIA, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), riset, pendidikan, serta pengembangan kebudayaan di Kabupaten Lebak.

Kolaborasi dua perguruan tinggi tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing daerah melalui sinergi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan kerja sama UNJ dan USBR sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta riset dan inovasi.

“Kerja sama antara Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Setia Budhi Rangkasbitung ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat riset dan inovasi,” ujar Halson usai menghadiri penandatanganan MoU di Aula Multatuli, Rangkasbitung, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut juga mendukung visi pembangunan Kabupaten Lebak, yakni Lebak RUHAY (Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin).

“Pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas manusianya. Karena itu, kolaborasi ini sejalan dengan visi Lebak RUHAY melalui pembangunan masyarakat yang harmonis, peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing daerah, peningkatan pelayanan publik, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal,” katanya.

Halson berharap nota kesepahaman tersebut segera ditindaklanjuti dengan program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergi antara UNJ dan USBR diharapkan melahirkan berbagai program strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ia menegaskan Pemkab Lebak akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Komarudin, menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen kedua perguruan tinggi untuk segera merealisasikan berbagai program kerja.

“Yang utama dari kerja sama ini adalah memberikan dampak langsung kepada masyarakat Kabupaten Lebak melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ujungnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Komarudin menjelaskan, tindak lanjut kerja sama akan diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas dosen, riset bersama, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi budaya dan warisan sejarah Kabupaten Lebak agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Iman Sampurna, menyebut kerja sama dengan UNJ merupakan kolaborasi kelembagaan pertama yang dijalin kampus yang dipimpinnya.

Menurut Iman, hubungan akademik antara dosen USBR dan UNJ yang telah berlangsung selama ini menjadi fondasi lahirnya kerja sama yang lebih luas.

“Kolaborasi ini merupakan ikhtiar agar perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami bersyukur UNJ bersedia mendampingi USBR dalam penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan teknologi,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki komitmen memajukan dunia pendidikan tinggi di daerah.

Penandatanganan MoU mengusung tema “Pengembangan Pusat Kajian Kebudayaan Universitas Setia Budhi Rangkasbitung dan Universitas Negeri Jakarta”.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Boni Triyana, jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang mendukung penguatan kolaborasi pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Lebak. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi