DLH Lebak Beberkan Hasil Uji Air Sungai Cidikit, TSS dan Fosfat Lampaui Baku Mutu

Yayat - JuaraMedia
9 Jul 2026 14:45
Kesehatan 0 51
3 menit membaca

Caption : Petugas DLH Lebak, Tengah Menguji Lab Air Sungai Cidikit, Bayah

JUARAMEDIA, LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengungkap hasil uji laboratorium kualitas air Sungai Cidikit di Kecamatan Bayah. Hasilnya, parameter Total Suspended Solids (TSS) dan Total Fosfat terdeteksi melampaui baku mutu di hampir seluruh titik pengambilan sampel, sementara Nitrat melebihi ambang batas di satu titik.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya penurunan kualitas air yang diduga dipengaruhi oleh erosi lahan, aktivitas pertanian, serta limbah domestik, meski DLH menegaskan masih diperlukan investigasi lanjutan untuk memastikan sumber pencemar secara spesifik.

Pengujian laboratorium dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai menurunnya kualitas dan meningkatnya kekeruhan air Sungai Cidikit yang mengalir di wilayah Kecamatan Bayah.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, mengatakan pengambilan sampel dilakukan di lima titik strategis di sepanjang aliran Sungai Cidikit.

Berdasarkan hasil analisis laboratorium, sejumlah parameter utama kualitas air masih memenuhi baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku. Parameter tersebut meliputi pH, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), dan Fecal Coliform.

Namun demikian, hasil pengujian juga menunjukkan adanya beberapa parameter yang melampaui baku mutu.

“Hampir di seluruh titik pengambilan sampel, kadar Total Suspended Solids (TSS) melebihi baku mutu. Selain itu, Total Fosfat juga tercatat melampaui ambang batas di hampir semua titik, sedangkan Nitrat melebihi baku mutu pada satu titik pengambilan sampel,” ujar Erik, Kamis (9/7/2026)

Menurutnya, tingginya kadar TSS menjadi penyebab utama meningkatnya tingkat kekeruhan air Sungai Cidikit. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh proses erosi akibat pembukaan lahan, aktivitas pertambangan, serta limpasan air hujan yang membawa material tanah ke badan sungai.

Sementara itu, tingginya kandungan Total Fosfat dan Nitrat diperkirakan berasal dari penggunaan pupuk pada sektor pertanian, aktivitas peternakan, serta limbah domestik dari permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

Meski demikian, Erik menegaskan hasil uji laboratorium tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk langsung menyimpulkan adanya pencemaran yang dilakukan oleh pihak atau kegiatan usaha tertentu.

“Hasil uji laboratorium ini hanya menggambarkan kondisi kualitas air pada saat pengambilan sampel. Kami tidak bisa langsung menyimpulkan sumber pencemaran atau menunjuk pihak tertentu tanpa dilakukan verifikasi lapangan dan investigasi yang lebih mendalam,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kabupaten Lebak akan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala, verifikasi lapangan, serta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar Sungai Cidikit.

DLH juga menegaskan akan mengambil langkah sesuai kewenangannya apabila dalam investigasi lanjutan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas lingkungan dan kelestarian ekosistem Sungai Cidikit. Jika ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil investigasi, tentu akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Erik.

DLH berharap hasil pengujian laboratorium ini dapat menjadi dasar dalam upaya bersama menjaga kualitas Sungai Cidikit melalui pengendalian aktivitas yang berpotensi menurunkan kualitas air, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang limbah ke badan sungai. (budi)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi