Ratusan Relawan Dapur MBG di Lebak Digembleng Dinkes, Fokus Cegah Keracunan dan Jamin Keamanan Pangan

Yayat - JuaraMedia
11 Mei 2026 12:32
MBG 0 49
2 menit membaca

Caption : Petugas Dinkes Lebak Tengah Menggembleng Ratusan Relawan SPPG, di Padepokan  “Maung ” Cisimet, Leuwidamar. 

JUARAMEDIA, LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak memberikan pelatihan keamanan pangan siap saji kepada 200 relawan dari empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (10/5/2026).

Pelatihan yang digelar di Padepokan “Maung”, Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, itu difokuskan untuk meningkatkan standar higiene dan sanitasi pangan di dapur MBG agar makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat aman dan higienis.

Caption : Bangbang Pemilik Mitra MBG tengah memberikan pengarahan kepada relawannya 

Sebanyak empat SPPG yang mengikuti pelatihan tersebut yakni SPPG Margawangi, SPPG Cirinten 002, SPPG Cisimeut 004 Kecamatan Leuwidamar, serta SPPG Cimayang Kecamatan Bojongmanik. Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari Dinkes Lebak.

Narasumber dari Dinkes Lebak, Windarti mengatakan, pelatihan diberikan untuk memastikan seluruh relawan memahami standar keamanan pangan mulai dari proses penyiapan, produksi hingga distribusi makanan.

“Para relawan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Salah satunya memastikan kondisi penjamah makanan tetap sehat saat terlibat dalam penyiapan, produksi dan distribusi MBG,” kata Windarti.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam persyaratan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur MBG yang mengajukan izin operasional pengelolaan pangan.

Ia menjelaskan, salah satu syarat penerbitan SLHS yakni minimal 50 persen penjamah makanan atau pengelola pangan di setiap dapur MBG harus memiliki sertifikat pelatihan keamanan pangan siap saji.

“Terkait hasilnya akan dilanjutkan setelah dapur beroperasi dengan inspeksi kesehatan lingkungan, termasuk pemeriksaan kualitas air oleh tim Labkesda,” ujarnya.

Windarti menambahkan, materi pelatihan juga menitikberatkan pada pencegahan pencemaran pangan dan penyakit bawaan makanan. Para relawan dibekali pemahaman tentang sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan kerja, higienitas personal hingga prosedur produksi pangan yang aman.

“Diharapkan semua relawan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari diri sendiri hingga lingkungan dapur. Selain itu, seluruh karyawan juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala agar mencegah penularan penyakit melalui makanan,” paparnya.

Sementara itu, investor SPPG, Bangbang, mengapresiasi langkah Dinkes Lebak yang memberikan pembekalan kepada para relawan dapur MBG.

Menurutnya, pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan standar keamanan pangan di setiap dapur SPPG.

“Dengan adanya pelatihan ini, seluruh relawan diharapkan benar-benar memahami standar keamanan pangan. Jika masih ada yang belum memahami, kami siap mengadakan pelatihan lanjutan agar mutu pelayanan SPPG di tiap dapur semakin baik,” tandasnya. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi