Baru Semester I, Investasi Lebak Sudah Tembus Rp1,19 Triliun, 84 Persen Target Tahunan

Yayat - JuaraMedia
11 Agu 2026 13:35
Daerah 0 67
3 menit membaca

Caption : Lingga Sagara, Kadis DPMPTSP Kabupaten Lebak

JUARAMEDIA, LEBAK – Investasi di Kabupaten Lebak menunjukkan lonjakan positif sepanjang paruh pertama 2026. Baru memasuki semester pertama, realisasi investasi di Kabupaten Lebak sudah mencapai Rp1,19 triliun, atau sekitar 84 persen dari target tahunan Rp1,41 triliun.

Capaian tersebut tercatat berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari-Juni 2026. Angka itu sekaligus membuka peluang bagi Kabupaten Lebak untuk melampaui target investasi yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan Renstra DPMPTSP Kabupaten Lebak.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, H. Lingga Segara, S.STP., M.Si., mengatakan realisasi tersebut berasal dari pelaporan kegiatan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Capaian investasi ini berdasarkan pelaporan online pelaku usaha melalui sistem OSS,” kata Lingga Segara, Selasa (11/8/2026).

Dari total realisasi investasi Rp1,19 triliun tersebut, kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai sekitar Rp885 miliar dari 1.212 proyek.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sekitar Rp302 miliar dari 192 proyek. Secara keseluruhan, terdapat 1.404 proyek yang tercatat sepanjang Januari-Juni 2026.

Besarnya investasi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. DPMPTSP Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 5.840 tenaga kerja Indonesia (TKI) terserap dari berbagai kegiatan investasi yang masuk selama semester pertama.

Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, Listrik, Gas, dan Air menjadi sektor dengan realisasi investasi terbesar, yakni sekitar Rp269 miliar.

Posisi berikutnya ditempati sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan realisasi sekitar Rp266 miliar.

Sementara sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran mencatatkan investasi sekitar Rp183 miliar.

Dominasi sektor tersebut memperlihatkan bahwa investasi di Lebak tidak hanya bergerak pada sektor produksi, tetapi juga mulai mengarah pada pembangunan infrastruktur pendukung, logistik, kawasan hunian, dan kawasan industri.

Pada periode April-Juni 2026, realisasi investasi mencapai sekitar Rp607 miliar, meningkat dibandingkan Triwulan I yang berada di kisaran Rp580 miliar.

Sektor Listrik, Gas, dan Air kembali menjadi salah satu penyumbang terbesar pada Triwulan II dengan realisasi sekitar Rp143 miliar.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Lebak masih bergerak positif memasuki paruh kedua 2026.

Tidak hanya investor domestik, minat penanaman modal asing juga terlihat cukup kuat.

Lima negara dengan kontribusi terbesar terhadap realisasi PMA di Kabupaten Lebak adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, Thailand, Malaysia, dan Hong Kong (RRT).

Masuknya investor dari sejumlah negara tersebut menjadi indikator bahwa Kabupaten Lebak mulai mendapatkan perhatian sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Provinsi Banten.

Sementara investasi domestik banyak bergerak pada sektor infrastruktur pendukung, terutama kelistrikan dan logistik.

Dengan realisasi Rp1,19 triliun hingga Juni, Kabupaten Lebak hanya membutuhkan sekitar Rp220 miliar tambahan investasi untuk mencapai target tahunan Rp1,41 triliun.

Artinya, target investasi 2026 secara matematis sudah berada dalam jangkauan, meskipun realisasi pada semester kedua tetap bergantung pada perkembangan proyek dan pelaporan kegiatan penanaman modal.

Data realisasi investasi tersebut telah diverifikasi dan dirilis oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam Konferensi Pers di Istana Negara pada 16 Juli 2026 serta dibahas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi Banten pada 28 Juli 2026.

Pemkab Lebak pun optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kemudahan perizinan melalui OSS serta perbaikan iklim usaha diharapkan mampu menjaga minat investor sekaligus mendorong realisasi investasi pada semester kedua.

Jika tren investasi terus terjaga, target Rp1,41 triliun bukan hanya berpeluang tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui pada akhir 2026.(*budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi