Caption : Ketua IDI Lebak, dt Irfan Maulani, Sp, PD
JUARAMEDIA, LEBAK – Komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya perempuan, terus ditunjukkan Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Lebak melalui kegiatan “ Seminar Awam” yang dikemas edukatif sekaligus aplikatif.
Dipimpin Ketua IDI Lebak, dr Irfan Maulani, Sp.PD, kegiatan ini menghadirkan ruang edukasi terbuka bagi masyarakat untuk memahami pentingnya deteksi dini penyakit, terutama kanker payudara dan kanker serviks yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
Tak sekadar seminar, kegiatan ini juga dilengkapi layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan USG payudara untuk 25 peserta serta skrining serviks yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian IDI Lebak dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, khususnya dalam melakukan deteksi dini. Karena pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” ujar dr Irfan Maulani.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini memiliki peran krusial dalam menekan risiko penyakit menjadi lebih serius. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kegiatan yang bersifat terbuka ini juga menjadi wadah kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mengikuti seminar hingga layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang sadar pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Ke depan, IDI Lebak berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif dan layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan mengedepankan edukasi dan aksi nyata, IDI Lebak terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, sadar, dan tanggap terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. (*)