Hari Car Free Day, PKL Bebas Berjualan Di Seputar Alun-Alun Pandeglang

Redaksi - JuaraMedia
15 Sep 2019 02:43
Pandeglang 0 126
2 menit membaca

PANDEGLANG – Meski Bupati Pandeglang, Hj Irna Narulita sudah memberikan kebijakan dan aturan tegas dilarang PKL berjualan di lokasi tersebut, karena sudah menyiapkan tempat relokasi di gedung 45 dengan nama Wisata Kuliner Pandeglang Berkah.

Namun, khusus di hari minggu Car Fre Day para PKL diperbolehkan untuk berjualan diseputar Alun-alun tersebut. Hal itu disampaikan Plt Kasatpol PP Pandeglang, Ali Fahmi kepada media, Minggu (15/09)

Menurut Fahmi, masih banyaknya PKL yang masih membandel beraktivitas untuk berjualan diseputar alun-alun dan area parkiran gedung OPD yang berhadapan dengan alun-alun tersebut.

“Makasih atas informasinya, kita akan Evaluasi kaitan dengan yang piket. Tapi yang namanya Penertiban tidak mudah yang dibayangkan karena kaitan dengan perut, terus lagi tentunya tahu bagaimana kondisi Pol PP sekarang. Ini tantangan bagi kami untuk adanya perubahan di Pol PP,” kata Fahmi yang juga Kepala BKD Pandeglang ini.

Selain itu, lanjut Fahmi, kaitan dengan Car Fre Day setiap hari Minggu sebaiknya ada ruang untuk mereka (PKL-red) untuk berjualan, walaupun hanya beberapa jam saja dengan tetap menjunjung Aspek Kebersihan dan Keindahan.

“Itu sudah kita sampaikan dalam Rakor perlu ada ruang tetapi hanya untuk hari Minggu saja pada acara Car Fre Day, tetapi dibatasin jamnya tetapi jangan ditaman hanya ditrotoar saja,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Trantib Pol PP Pandeglang, Johanes atau Jojo menyatakan tidak mudah untuk menertibkan para PKL meski bupati sudah menyiapkan relokasi di wisata kuliner,

“Sedikit demi sedikit kita kasih pengertian dan himbauan pada PKL, kita berupaya kasih pengertian ke mereka, kita berhadapan dengan masyarakat juga, bukan ga bisa tegas, insya allah butuh waktu.” terangnya singkat.

Dari pantauan dilapangan terlihat banyaknya para PKL yang berjualan ditrotoar, bahu jalan seputar alun-alun Pandeglang dan parkiran BPPT dibiarkan beraktivitas jualan oleh petugas, membuat iri bagi para PKL yang masih bertahan menempati lokasi Wisata Kuliner sebagi tempat relokasi yang telah diresmikan oleh Bupati tersebut.

“Bagaimana mau ramai lokasi wisata kuliner ini, kalau Pol PP tidak tegas mengamankan kebijakan bupati kalau mereka dibiarkan berjualan disana,” ujar salah seorang PKL yang berjualan di Wisata Kuliner yang tidak diketahui namanya itu. (dni/yaris)

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *