Rakor Nasional Kekeringan: Lebak Tawarkan Solusi, Cetak 217 Hektare Sawah Baru

Yayat - JuaraMedia
20 Apr 2026 21:12
Nasional 0 81
2 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Ketika Rakor Nasional Kekeringan

JUARAMEDIA, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Lebak menunjukkan langkah konkret menghadapi ancaman El Nino dengan mengusulkan pembukaan lahan sawah baru seluas 217 hektare dalam forum Rapat Koordinasi Nasional Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian 2026 yang digelar di Kementerian Pertanian RI, Senin (20/4/2026).

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah potensi musim kemarau panjang.

Rapat koordinasi nasional tersebut dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan dihadiri oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utama pertemuan adalah menyusun langkah terpadu serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Hasbi menegaskan bahwa Kabupaten Lebak tidak ingin hanya menjadi daerah yang terdampak, tetapi juga bagian dari solusi nasional dalam menjaga stabilitas pangan.

“Ada 217 hektare percetakan lahan sawah baru yang kami usulkan. Lebak harus mampu berkontribusi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Hasbi kepada wartawan.

Menurutnya, perluasan lahan pertanian menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga produktivitas di tengah ancaman penurunan hasil akibat musim kemarau. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran sebagaimana arahan pemerintah pusat.

“Pak Menteri menegaskan bahwa anggaran harus dikelola dengan baik dan pelaksanaannya harus optimal. Jika ada kendala di lapangan, daerah diminta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung mulai akhir April hingga Oktober 2026.

Ia menjelaskan, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari optimalisasi sumber daya manusia hingga pemanfaatan sarana prasarana pertanian seperti jaringan irigasi dan sistem perpompaan air.

“Dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan, Lebak siap menghadapi musim kemarau dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada,” ujarnya.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi dan efisiensi sektor pertanian.

Dengan usulan pembukaan ratusan hektare sawah baru serta kesiapan menghadapi musim kering, Kabupaten Lebak menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional. (budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi