DLH Lebak Siapkan TPS3R di Citorek, Dibangun Mulai 2028 Lewat Program ISDP

Yayat - JuaraMedia
20 Agu 2026 14:44
Daerah 0 45
2 menit membaca

Caption :Irvan,Kepala DLH Lebak 

 

JUARAMEDIA, LEBAK – Penanganan sampah di kawasan Citorek, Kabupaten Lebak, diarahkan ke sistem pengolahan berbasis kawasan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) melalui program Integrated Solid Waste Management Project (ISDP).

Proyek tersebut ditargetkan memasuki tahap kesiapan pada 2027, sebelum pembangunan fisik dimulai pada 2028.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, memastikan fasilitas yang direncanakan di Citorek bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPS3R akan difungsikan untuk mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan, penggunaan kembali, serta proses daur ulang.

“Rencana yang dibangun itu TPS3R. Melalui program ISDP, sudah masuk ke rencana,” kata Irvan kepada wartawan, Rabu (20/8/2026).

Rencana pembangunan TPS3R menjadi bagian dari upaya DLH Lebak memperkuat sistem pengelolaan sampah di kawasan Citorek.

Konsep TPS3R memungkinkan sampah dipilah dan diolah terlebih dahulu sebelum residu yang tersisa dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Dengan pola tersebut, volume sampah yang harus diangkut keluar kawasan diharapkan dapat ditekan.

Selain mengurangi beban pengangkutan, pengolahan sampah di tingkat kawasan juga diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

DLH Lebak saat ini masih menyiapkan berbagai tahapan yang diperlukan sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Tahap kesiapan program, termasuk kajian dan perencanaan teknis, ditargetkan berlangsung pada 2027. Setelah tahapan tersebut dinyatakan siap, pembangunan fisik TPS3R di Citorek ditargetkan mulai pada 2028.

“Kesiapan 2027, pembangunan 2028,” ujar Irvan.

Adapun kapasitas pengolahan sampah, desain akhir fasilitas, serta kebutuhan anggaran pembangunan masih menunggu proses perencanaan lebih lanjut.

DLH Lebak akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah di kawasan Citorek.

Program ISDP diarahkan untuk memperkuat layanan pengelolaan sampah melalui pembangunan infrastruktur dan penerapan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Masuknya Citorek dalam rencana program tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan pengelolaan sampah dari tingkat sumber hingga proses pengolahan.

Jika terealisasi sesuai target, pembangunan TPS3R pada 2028 diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan sampah di kawasan Citorek.

Masyarakat nantinya diharapkan semakin terbiasa memilah sampah dari sumber, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Dengan demikian, hanya residu yang benar-benar tidak dapat diolah yang masuk ke tahap pemrosesan akhir. (budi*)