32 Rumah Rusak di Bayah, BPBD Lebak Siapkan Relokasi Korban Gerakan Tanah: Retakan Tanah Capai 20 Meter

Yayat - JuaraMedia
27 Apr 2026 14:22
BPBD Lebak 0 50
2 menit membaca

Caption : Salah Satu Rumah Warga Bayah yang mengalami gerakan tanah 

JUARAMEDIA,LEBAK — Bencana gerakan tanah di Kampung Cinangga, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menyebabkan 32 rumah rusak dan 40 kepala keluarga (KK) terdampak. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak kini menyiapkan langkah lanjutan, termasuk opsi relokasi warga dari zona rawan longsor.

Sekretaris BPBD Lebak, Feby Rizky Pratama, mengatakan pergerakan tanah di wilayah tersebut bukan kejadian mendadak. Fenomena itu sudah terjadi sejak 2025 dan semakin meningkat pada Januari 2026.

“Pergerakan tanah ini terjadi bertahap sejak tahun lalu dan semakin intens di awal 2026,” ujar Feby pada awak media , Senin (27/4/2026).

Menurut dia, curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor yang mempercepat meluasnya dampak bencana. Kondisi tanah yang labil membuat kerusakan rumah warga terus bertambah.

BPBD Lebak menindaklanjuti hasil kajian teknis dari Badan Geologi yang sebelumnya melakukan pemeriksaan di lokasi bencana.

Dari hasil penyelidikan, gerakan tanah di Bayah dikategorikan sebagai tipe rayapan (creep).

Kondisi itu ditandai dengan retakan tanah sepanjang 10 hingga 20 meter serta penurunan permukaan tanah mencapai 130 sentimeter.

Kajian tersebut merekomendasikan sejumlah langkah penanganan, di antaranya:

* Relokasi rumah warga yang berada di zona rawan

* Penataan lereng dengan tanaman berakar kuat

* Peningkatan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung lama

Selain mengeluarkan surat imbauan kewaspadaan, BPBD Lebak juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk menyiapkan hunian bagi warga terdampak.

Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak kembali tinggal di area berisiko tinggi yang berpotensi memicu korban lebih besar saat hujan ekstrem.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membangun rumah di lereng curam atau area rawan longsor. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan retakan tanah, bangunan miring, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.

Pemerintah berharap penanganan cepat dan relokasi dapat meminimalkan ancaman bencana susulan di wilayah Bayah. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi