
Caption : TMI – Distan Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lebak memasuki babak baru. Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPD Lebak “mengetuk pintu” Dinas Pertanian Lebak dalam sebuah pertemuan strategis pada Kamis (11/12/2025). Pertemuan ini tidak sekadar koordinasi rutin, namun menjadi forum penting yang menentukan arah penguatan sektor pertanian di daerah.
Dipimpin Ketua TMI Lebak Ellen Herdyansyah dan Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat Yuniar, pertemuan ini dihadiri jajaran bidang strategis seperti Sarana-Prasarana Pertanian, Produksi, hingga Alsintan. Pembahasannya pun langsung mengarah ke jantung persoalan: mutu, kuantitas, dan keberlanjutan produktivitas petani Lebak.
Ellen menegaskan bahwa kualitas dan kuantitas gabah TMI harus menjadi prioritas.
“Kami ingin memastikan gabah yang disuplai TMI Lebak bukan hanya terjaga mutunya, tetapi mampu menjamin pasokan kebutuhan wilayah,” tegas Ellen.
Langkah ini dinilai sebagai strategi kunci untuk menjawab tantangan peningkatan hasil panen sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Tiga Isu Strategis Dibedah dalam Pertemuan
1. Penguatan Sinergi Program TMI–Distan
Penyelarasan agenda, kegiatan lapangan, hingga dukungan teknis menjadi fokus untuk memastikan program pertanian berjalan lebih efektif dan terarah.
2. Optimalisasi Alsintan untuk Produktivitas Petani
Evaluasi kebutuhan alsintan, peluang kerja sama penyediaan alat, hingga pemanfaatannya di lapangan dibahas untuk mengurangi ketergantungan tenaga manual dan mempercepat proses pengolahan lahan.
3. Kebutuhan Bibit Hortikultura
Distan dan TMI menyoroti kebutuhan bibit hortikultura bagi kelompok tani, termasuk tanaman unggulan daerah yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat
Baik TMI maupun Distan sepakat mempererat komunikasi dan koordinasi. Sebab tanpa itu, ekosistem pertanian sulit tumbuh optimal. Kesepakatan ini disebut sebagai “bahan bakar baru” untuk mempercepat pembangunan pertanian Lebak.
Mereka optimistis, kolaborasi ini akan memperkuat daya saing petani, meningkatkan produktivitas gabah dan hortikultura, serta membantu memenuhi kebutuhan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)