
Caption : Ilustrasi
JUARAMEDIA, LEBAK – Kasus gigitan ular masih sering terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Menanggapi kondisi ini, dr. Bobby Chandra, seorang dokter sekaligus putra daerah Lebak, memberikan edukasi penting kepada masyarakat tentang cara penanganan awal yang tepat jika mengalami gigitan ular, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
Dalam video edukasi yang dibagikannya di media sosial, dr. Bobby menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di masyarakat mengenai penyebaran bisa ular.
“Masih banyak yang menyangka bisa ular menyebar melalui darah. Itu keliru. Sebenarnya bisa ular menyebar melalui sistem limfatik, bukan darah,” kata dr. Bobby dalam videonya, Senin (26/5/2025).
Ia menekankan bahwa salah satu cara mencegah penyebaran racun adalah dengan mengurangi gerakan tubuh, terutama pada bagian yang terkena gigitan.
“Jika digigit di kaki, luruskan dan jangan digerakkan. Begitu juga kalau di tangan. Gerakan tubuh justru mempercepat penyebaran bisa ke seluruh tubuh,” jelasnya
Lebih lanjut, dr. Bobby mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang keliru seperti menyayat luka, mengeluarkan darah, atau mengikat area gigitan dengan kencang.
“Cara seperti itu tidak efektif dan justru bisa memperparah kondisi. Yang benar adalah tetap tenang, minimalkan gerakan, dan segera cari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas, klinik, maupun praktek dokter,” katanya
Ia juga menambahkan bahwa tidak semua gigitan ular memerlukan suntikan anti bisa ular (ABU). Penanganan medis yang tepat harus berdasarkan observasi dari tenaga kesehatan.
Di akhir penyampaiannya, dr. Bobby mengajak masyarakat untuk saling berbagi informasi ini agar semakin banyak warga yang paham tentang penanganan darurat gigitan ular.
“Semoga edukasi ini bisa menyelamatkan nyawa dan menekan dampak serius dari kasus gigitan ular di Lebak,” pungkasnya. (Jm)