Salah Satu Alternatif Daun Kering Tembakau Tanpa Nikotin Hingga Umbinya, Potensi Ekspor Talas Beneng Pandeglang Terbuka Luas

Yayat - JuaraMedia
9 Nov 2020 16:10
2 menit membaca

Salah Satu Alternatif Daun Kering Tembakau Tanpa Nikotin Hingga Umbinya, Potensi Ekspor Talas Beneng Pandeglang Terbuka Luas

 

PANDEGLANG, JUARAMEDIA.COM – Talas beneng Pandeglang, salah satu alternatif daun kering tembakau tanpa nikotin ditargetkan oleh Karantina Pertanian Cilegon gandeng Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang dan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben).

Ketua Asputaben, Ardi Maulana mengatakan, potensi ekspor talas beneng terbuka luas. Sejumlah permintaan dari Australia, Malaysia dan New Zealand untuk ekspor daun kering talas beneng mencapai 340 ton per bulan, namun petani Pandeglang baru bisa menyediakan 18 ton per bulannya.

“Tak hanya daun keringnya, bagian umbinya juga cukup diminati,” ujarnya.

Dijelaskannya, Umbi basah talas beneng memiliki potensi permintaan ekspor dari Belanda dan Korea Selatan sebanyak 385 ton per bulan.

“Sementara umbi keringnya diminati India dan Turkey yang siap menampung 100 ton per bulannya,” terang Ardi Maulana.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi menambahkan, potensi ekspor talas beneng tentu sangat menjanjikan bila segera direalisasikan, sehingga Karantina Pertanian Cilegon mengajak Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang untuk membantu meningkatkan produktivitas talas beneng asal Pandeglang agar dapat memenuhi syarat kuota ekspor langsung dari Banten.

“Syarat ekspor dari Banten minimal ada lima kontainer per bulannya dengan volume 8 ton per kontainer, artinya harus tersedia minimal 40 ton per bulan. Tentu hal ini bukanlah perkara sulit jika para pemangku kebijakan dapat saling bersinergi bersama para petani untuk mewujudkannya,” papar Arum Kusnila Dewi, melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/11/2020).

Lantaran jumlahnya belum mencukupi, ujar Arum, membuat daun kering talas beneng di ekspor melalui Surabaya.

Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dapat segera menambah luas lahan sebanyak 121 hektar untuk bisa memenuhi kuota ekspor.

“Jika ini terwujud maka dalam kurun waktu 4 tahun ke depan, Provinsi Banten dapat memenuhi target program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Produk Pertanian,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewi menegaskan, Karantina Pertanian Cilegon akan membantu untuk pembukaan pintu ekspor langsung dari Cilegon.

“Kami akan memberikan bimbingan teknis terkait Sanitary Phyto Sanitary serta persiapan dilapangan untuk memenuhi standar persyaratan ekspor,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Karantina, Ali Jamil menuturkan, kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang fokus meningkatkan produksi dan sekaligus peningkatan ekspor. (de/bud/JM) 

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *