Babat TPS Liar di Jalur Rangkasbitung-Cikande, DLH Lebak Gandeng Tiga Perusahaan

Yayat - JuaraMedia
4 Sep 2026 12:12
Sampah 0 47
2 menit membaca

Caption : DLH Lebak Tengah Membersihkan TPS  yang

JUARAMEDIA,LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menggandeng tiga perusahaan untuk membabat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di sepanjang jalur Rangkasbitung-Cikande, Jumat (4/9/2026).

Dalam operasi tersebut, DLH mengerahkan satu unit excavator dan delapan truk sampah untuk mengangkut tumpukan sampah yang menumpuk di bahu jalan dan area sekitar jalur utama tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, turun langsung memimpin operasi pembersihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan tumpukan sampah yang selama ini mengganggu kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan.

Dalam operasi ini, DLH Lebak mendapat dukungan dari tiga perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut, yakni PT Aplus, Kwarineser Ageung, dan PT Sumber Daya Multi Karya.

Dukungan sektor swasta tersebut berupa bantuan operasional dan logistik untuk mempercepat proses pengangkutan sampah dari sejumlah titik yang menjadi lokasi pembuangan liar.

Besarnya volume sampah membuat proses pembersihan tidak cukup dilakukan secara manual. DLH Lebak pun mengerahkan satu unit excavator untuk membongkar dan mengurai tumpukan sampah agar lebih mudah dimuat ke dalam armada pengangkut.

Sebanyak delapan truk sampah disiagakan untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan dari lokasi.

“Kami menggunakan excavator untuk membongkar tumpukan sampah liar yang cukup besar volumenya. Dengan dukungan delapan truk sampah dan bantuan dari rekan-rekan perusahaan seperti PT Aplus, Kwarineser Ageung, dan PT Sumber Daya Multi Karya, kami optimis area ini bisa kembali bersih,” ujar Irvan di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Keberadaan TPS liar di sepanjang Jalan Rangkasbitung-Cikande menjadi persoalan tersendiri karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting masyarakat.

Tumpukan sampah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga mengganggu estetika lingkungan. Sampah yang berada di sekitar saluran drainase juga berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan saat hujan.

Pembersihan dilakukan sebagai upaya mengembalikan kondisi lingkungan di sepanjang jalur tersebut agar lebih bersih dan nyaman dilalui masyarakat.

DLH Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membuang sampah di bahu jalan, lahan kosong maupun lokasi yang telah dibersihkan.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia serta ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut DLH, penanganan TPS liar tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah. Peran masyarakat diperlukan agar lokasi yang sudah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah bersama dalam mengatasi persoalan persampahan sekaligus menjaga kebersihan jalur Rangkasbitung-Cikande.(Budi)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi