Kudatuli 27 Juli Bukan Sekadar Sejarah, Ketua PDIP Lebak Tegaskan Kader Wajib Kokohkan Ideologi

Yayat - JuaraMedia
25 Jul 2026 15:02
Politik 0 66
2 menit membaca

Caption : Pengurus PDIP Lebak, Banten dan DPP

JUARAMEDIA, LEBAK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, menegaskan bahwa peringatan 27 Juli atau Kudatuli tidak boleh dimaknai hanya sebagai catatan sejarah partai.

Menjelang peringatan 30 tahun Kudatuli, momentum tersebut dinilai menjadi pengingat penting untuk memperkuat ideologi kader, memperdalam pendidikan politik, serta meneguhkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak yang juga Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, mengatakan peringatan Kudatuli merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan komitmen ideologis seluruh kader partai.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026), menjelang rangkaian peringatan 30 tahun Kudatuli yang akan digelar PDI Perjuangan.

Menurut Junaedi, sejarah perjuangan partai harus terus diwariskan kepada seluruh kader sebagai bekal menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.

“Peringatan 27 Juli ini menjadi momentum refleksi ideologis bagi seluruh kader partai. Ini juga menjadi pemantapan gerak kader agar semakin mencintai partai dan semakin mantap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” ujar Junaedi.

Ia menilai pendidikan politik dan pendidikan partai menjadi instrumen penting dalam membangun kader yang memiliki integritas, loyalitas, serta pemahaman yang utuh terhadap sejarah perjuangan PDI Perjuangan.

Menurutnya, kader yang memahami perjalanan sejarah partai akan memiliki fondasi ideologis yang lebih kuat dalam menjalankan tugas politik maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Perjuangan melalui pendidikan partai dengan berbagai dinamika dan tantangan menjadi pengetahuan yang harus terus dimiliki kader. Dengan memahami sejarah perjuangan partai, seluruh kader akan semakin mantap secara ideologis,” katanya.

Junaedi menambahkan, pemahaman terhadap sejarah perjuangan partai akan melahirkan rasa memiliki yang kuat. Dari rasa memiliki tersebut akan tumbuh kecintaan terhadap partai yang kemudian diwujudkan melalui tanggung jawab nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kalau kader sudah memiliki rasa memiliki terhadap partai, maka akan tumbuh rasa mencintai. Ketika sudah mencintai, akan lahir tanggung jawab yang konkret untuk membesarkan partai. Pada akhirnya, partai harus tetap menjadi alat perjuangan bagi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia berharap semangat yang lahir dari peristiwa Kudatuli tetap menjadi inspirasi bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat pendidikan politik, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi