
Caption : Peringatan HUT ke 51 IPSM Kabupaten Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Lebak, Asep Komar, mengungkapkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan IPSM Kabupaten Lebak hingga kini belum ditandatangani Bupati Lebak. Padahal, hasil Musyawarah Daerah (Musda) telah diajukan sejak November 2025 dan seluruh proses administrasi disebut telah rampung di Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebak.
Pernyataan tersebut disampaikan Asep saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 IPSM Kabupaten Lebak di Balai Irigasi dan Mekanisasi (BIM) Rangkasbitung, Rabu (8/7/2026).
Menurut Asep, hingga saat ini SK kepengurusan IPSM masih berada di meja Bupati dan belum memperoleh pengesahan.
“Sampai hari ini SK kepengurusan PSM itu Pak Bupati belum berkenan menandatangani. Padahal Musda sudah berlangsung sejak November 2025. Dari Bagian Hukum sudah selesai, tinggal di meja Bupati,” ujar Asep.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lebak segera menerbitkan SK tersebut agar kepengurusan memiliki dasar hukum yang kuat dalam menjalankan program-program sosial di masyarakat.
Selain itu, Asep mengungkapkan selama ini IPSM Kabupaten Lebak belum pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah. Meski demikian, para pekerja sosial tetap menjalankan pengabdian secara sukarela.
“IPSM tidak pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah. Tidak masalah, yang penting kita bekerja untuk masyarakat,” katanya.
Menurut Asep, keberhasilan IPSM tidak diukur dari keuntungan materi, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kata dia, aktif membantu warga mengakses bantuan sosial, mengurus administrasi kependudukan, mendampingi korban bencana, menangani anak terlantar, membantu penyandang disabilitas, hingga orang dengan gangguan kejiwaan.
“PSM itu pekerja sosial masyarakat yang tidak digaji. Yang kami berikan adalah tenaga, waktu, pikiran, bahkan terkadang materi untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Pada peringatan HUT ke-51 tersebut, IPSM Kabupaten Lebak juga membagikan kartu anggota kepada sekitar 1.550 Pekerja Sosial Masyarakat yang tersebar di seluruh desa sebagai bentuk penguatan organisasi.
Ketua IPSM Provinsi Banten, Nina Kartikawati, mengapresiasi penyelenggaraan HUT ke-51 IPSM Kabupaten Lebak. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi terobosan yang belum pernah dilakukan daerah lain di Provinsi Banten.
“Di tingkat provinsi, Kabupaten Lebak menjadi daerah yang membuat gebrakan. Daerah lain belum pernah mengadakan kegiatan seperti ini. Dengan kepengurusan yang baru, IPSM Lebak menghadirkan banyak inovasi,” ujar Nina.
Ia mengatakan, selama lebih dari setengah abad IPSM menjadi bagian penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui semangat gotong royong dan pengabdian tanpa pamrih.
Menurutnya, tema HUT ke-51 IPSM, “Tiada Hari Tanpa Pengabdian, Sinergi Tanpa Batas, Dedikasi Tanpa Akhir untuk Kesejahteraan Sosial”, menjadi pengingat bahwa membangun kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan IPSM.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengapresiasi semangat baru yang dibawa kepengurusan IPSM Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Asep Komar.
Menurut Amir, selama 51 tahun baru kali ini peringatan hari jadi IPSM digelar secara terbuka dan melibatkan banyak pihak.
“Saya melihat hari ini ada semangat baru. Pak Asep membawa semangat baru. Selama 51 tahun mungkin baru sekarang hari jadi IPSM diperingati seperti ini,” katanya.
Amir menilai organisasi sosial harus menjadi wadah pengabdian, bukan tempat mencari keuntungan pribadi. Ia mengutip pesan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, “Hiduplah untuk organisasi, jangan hidup dari organisasi.”
Ia juga mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy yang berbunyi, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan kepada negaramu.”
Menurut Amir, IPSM merupakan contoh organisasi yang hidup dari semangat gotong royong para anggotanya. Ia mengaku baru mengetahui bahwa hingga kini IPSM belum memperoleh dukungan anggaran maupun hibah dari pemerintah daerah.
“Kalau memang belum ada dukungan, berarti dinas teknis harus proaktif mengusulkan kepada pemerintah daerah. Saya sendiri baru mengetahui persoalan ini setelah hadir pada kegiatan hari ini,” ujarnya.
Amir menilai organisasi seperti IPSM justru layak diperkuat karena telah membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial tanpa membebani keuangan negara.
Dalam kesempatan itu, Amir juga mengajak seluruh anggota IPSM menjaga karakter masyarakat Lebak yang dikenal menjunjung tinggi nilai kejujuran dan gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan identitas daerah yang harus terus dipertahankan dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Lebak terkait pernyataan Ketua IPSM mengenai belum ditandatanganinya SK kepengurusan IPSM Kabupaten Lebak maupun usulan dukungan terhadap organisasi tersebut.(budi)