Proyek P3-TGAI di Cigemblong Dikoreksi, 21 Meter Pasangan Batu Dibongkar untuk Perbaikan

Yayat - JuaraMedia
5 Jul 2026 15:41
Irigasi 0 53
3 menit membaca

Caption : Irigasi Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong

JUARAMEDIA, LEBAK – Proyek pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, dikoreksi setelah ditemukan pemasangan pasangan batu yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Sebagai langkah perbaikan, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) bersama Kelompok P3A Cipta Abadi membongkar sekitar 21 meter bangunan irigasi agar dikerjakan kembali sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

TPM P3A Cipta Abadi, Mepi, mengakui kesalahan tersebut terjadi akibat kurang maksimalnya pengawasan di lapangan. Ia mengaku sempat tidak berada di lokasi pekerjaan selama dua hari karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya dua hari tidak ke lokasi karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Saat itu tukang mulai bekerja tanpa pengawasan, sehingga terjadi kesalahan pemasangan batu. Kejadian itulah yang kemudian diberitakan oleh rekan-rekan wartawan,” ujar Mepi di lokasi pekerjaan, Minggu (5/7/2026).

Menurut Mepi, kesalahan tersebut bukan merupakan unsur kesengajaan. Karena pekerjaan masih berlangsung, pihaknya langsung mengambil langkah korektif dengan membongkar bagian bangunan yang dinilai tidak memenuhi spesifikasi.

“Sekarang sedang proses perbaikan. Sekitar 21 meter pasangan batu dibongkar agar dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis. Kami ingin hasil akhirnya benar-benar sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok P3A Cipta Abadi, Jupran, mengaku memperoleh pelajaran berharga dari kejadian tersebut. Ia menyadari pentingnya memahami metode pemasangan batu pada konstruksi irigasi agar kualitas bangunan tetap terjaga.

“Ini menjadi pelajaran bagi saya. Ke depan saya akan lebih memahami cara pemasangan batu yang benar sesuai spesifikasi agar hasil pekerjaan lebih berkualitas dan dapat bertahan lama,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cijaku-Cigemblong, Yuda, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi pekerjaan P3-TGAI di Kelompok P3A Cipta Abadi Desa Cibungur maupun P3A Sinar Ratu Tani di Desa Cikaratuan yang sebelumnya menjadi sorotan.

Berdasarkan hasil peninjauan, kata Yuda, pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan sehingga kekurangan yang ditemukan masih dapat diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai.

“Bangunan ini masih dalam proses pengerjaan. Saat ini sudah dilakukan penyesuaian agar pemasangan batu sesuai spesifikasi. Untuk galian tanah juga disesuaikan sehingga pada hasil akhir tinggi bangunan tetap mencapai 60 sentimeter sesuai desain,” jelasnya.

Ia menilai setiap temuan di lapangan sebaiknya dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan tahapan pekerjaan yang masih berlangsung.

“Kalau pekerjaan masih berjalan tentu masih ada ruang untuk perbaikan. Yang terpenting, hasil akhirnya nanti harus sesuai spesifikasi teknis,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, meminta seluruh pelaksana P3-TGAI, baik TPM maupun pengurus P3A, meningkatkan pengawasan agar pekerjaan menghasilkan kualitas yang baik.

Ia juga mengajak media dan lembaga pengawas menjalankan fungsi kontrol secara profesional, objektif, dan mengedepankan fakta di lapangan.

“Mari menjalankan fungsi pengawasan dengan baik dan benar. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mengawal pembangunan agar berjalan sesuai aturan dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Eli.

Pembongkaran sebagian bangunan irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya koreksi sebelum proyek P3-TGAI selesai dikerjakan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan konstruksi yang dibangun benar-benar memenuhi spesifikasi teknis sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani penerima manfaat.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi