Kades Muaradua Turun Langsung Kawal Proyek P3-TGAI, Pastikan Irigasi Berkualitas untuk Dukung Ketahanan Pangan

Yayat - JuaraMedia
28 Jun 2026 21:07
Irigasi 0 27
3 menit membaca

Caption : Kades Muaradua, Jumhadi Didampingi Tim Pendamping P3-TGAI, Dede Kodir Tengah Memeriksa Proyek Irigasi

JUARAMEDIA, LEBAK – Pemerintah Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengawal secara langsung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 guna memastikan kualitas pembangunan irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian.

Kepala Desa Muaradua, Jumhadi, menegaskan bahwa pembangunan irigasi tidak boleh dikerjakan asal selesai. Seluruh proses, mulai dari pemilihan material hingga pekerjaan di lapangan, harus sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama.

Desa Muaradua memperoleh dua paket Program P3-TGAI dari Kementerian Pekerjaan Umum yang berlokasi di areal persawahan Cikalung dan Gagambiran. Masing-masing kegiatan dikerjakan oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan nilai anggaran sebesar Rp195 juta yang bersumber dari APBN Tahun 2026.

Program tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 150 hektare lahan persawahan sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“P3-TGAI merupakan salah satu program strategis untuk menunjang ketahanan pangan. Dengan tersedianya saluran irigasi yang baik, petani akan lebih mudah mengolah lahan sehingga hasil pertanian dapat meningkat,” ujar Jumhadi saat meninjau lokasi pembangunan irigasi Kelompok P3A Cikal Bakal Dua di Blok Cisonter, Gagambiran, Minggu (28/6/2026)

Pria yang akrab disapa Faisal itu mengaku sengaja turun langsung mengawasi pekerjaan di lapangan. Menurutnya, kualitas material seperti batu, pasir pasang, hingga metode pelaksanaan harus sesuai ketentuan agar bangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.

“Saya mengawal langsung pelaksanaan pembangunan. Material yang digunakan harus sesuai RAB dan spesifikasi. Kualitas adalah prioritas utama,” tegasnya.

Ketua Kelompok P3A Cikal Bakal Dua, H. Saepi, mengatakan bantuan pemerintah pusat tersebut menjadi tanggung jawab bersama karena irigasi merupakan kebutuhan utama petani.

“Kami sebagai pelaksana tentu ingin menghasilkan bangunan yang berkualitas. Irigasi ini akan kami gunakan sendiri untuk mengairi sawah, sehingga tidak mungkin dikerjakan asal jadi,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok P3A Cikal Bakal Satu, Ustad Adang Al Fatonah. Ia memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dengan penggunaan material yang mengacu pada RAB.

“Kami menjamin kualitas fisik bangunan sesuai spesifikasi karena seluruh material mengacu pada RAB,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Pendamping Masyarakat (TPM) Program P3-TGAI, Dede Kodir, S.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan teknis maupun administrasi kepada kedua kelompok pelaksana agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai aturan.

Menurutnya, TPM memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal keberhasilan program yang ditugaskan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3).

“Kami bertugas mendampingi kelompok agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Jika terjadi kegagalan atau penyimpangan, TPM juga ikut bertanggung jawab,” ungkap Dede.

Dengan pengawasan langsung dari pemerintah desa, pendampingan TPM, serta komitmen kelompok P3A, pembangunan irigasi P3-TGAI di Desa Muaradua diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi petani sekaligus memperkuat program ketahanan pangan nasional. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi