
Caption : Jumsih
JUARAMEDIA, LEBAK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman terus diperkuat. Bupati Lebak, H. Mochamad Hasbi Asyidi Jayabaya, SH, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga masyarakat di tingkat RT/RW untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan Jumat Bersih yang dilaksanakan secara serentak setiap pekan.
Ajakan tersebut tertuang dalam instruksi Bupati yang menetapkan pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih setiap hari Jumat mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Program ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membangun budaya hidup bersih, memperkuat semangat gotong royong, serta mewujudkan lingkungan yang sehat, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada pembersihan halaman perkantoran, saluran air atau selokan, fasilitas umum, tempat ibadah, hingga lingkungan permukiman warga. Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi rutinitas bersama yang mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Bupati Hasbi juga membagi peran dan tanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih berjalan efektif.
Kepala perangkat daerah, pimpinan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta diminta menggerakkan seluruh pegawai dan karyawan untuk membersihkan lingkungan kerja masing-masing, baik di dalam maupun di luar area perkantoran.
Sementara itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta memimpin langsung pelaksanaan gotong royong di wilayahnya dengan melibatkan masyarakat, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen lainnya agar semangat kebersamaan benar-benar tumbuh di tengah masyarakat.
Selain menjaga kebersihan, Pemerintah Kabupaten Lebak juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Seluruh peserta Gerakan Jumat Bersih diinstruksikan memilah sampah organik dan anorganik sebelum dikumpulkan di tempat pembuangan yang telah disediakan sehingga memudahkan proses pengangkutan oleh petugas kebersihan.
Untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan, Pemkab Lebak menerapkan sistem monitoring dan evaluasi. Setiap perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, maupun instansi diwajibkan mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto atau video.
Para camat juga diberi tanggung jawab melakukan pemantauan di wilayah masing-masing serta menyampaikan laporan rekapitulasi pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih kepada Bupati melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak.
Bupati Hasbi menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas mingguan. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
“Gerakan ini adalah wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan lingkungan guna mencegah berbagai potensi penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), serta menjaga kelestarian alam di Bumi Multatuli,” tegas Bupati Hasbi.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan Gerakan Jumat Bersih sebagai budaya yang terus dipertahankan, bukan hanya karena adanya instruksi pemerintah, tetapi karena tumbuh dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan.
Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis cita-cita mewujudkan daerah yang bersih, sehat, asri, dan nyaman dapat terwujud secara berkelanjutan. (budi)