Redam Ketegangan Bupati–Wabup Lebak, PDI-P Siap Inisiasi Pertemuan Koalisi

Yayat - JuaraMedia
31 Mar 2026 15:57
Politik 0 123
2 menit membaca

Caption : Rilis  PDI-P Lebak 

JUARAMEDIA,LEBAK – PDI Perjuangan Kabupaten Lebak menginisiasi pertemuan partai koalisi sebagai langkah konkret meredam ketegangan antara Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah yang mencuat pasca polemik halalbihalal. Ketua DPC PDI-P Lebak, Junaidi Ibnu Jarta, menegaskan upaya ini penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan fokus pembangunan daerah tetap berjalan.

Langkah tersebut disampaikan dalam rilis resmi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak ,yang diterima redaksi tertanggal 31 Maret 2026.

Dalam pernyataan itu, PDI-P menilai dinamika yang terjadi dipicu oleh miskomunikasi antara pimpinan daerah usai kegiatan halalbihalal Pemerintah Kabupaten Lebak sehari sebelumnya.

Junaidi Ibnu Jarta menegaskan, seluruh pihak, baik partai politik pengusung, pendukung, maupun elemen masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi yang berkembang.

“Jangan biarkan opini liar mengganggu fokus pembangunan daerah. Kita harus mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok,” ujarnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menurunkan tensi politik dan menghentikan polemik yang dinilai tidak produktif. Menurutnya, suasana yang kondusif menjadi kunci agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

“Ini saatnya kita membangun suasana sejuk. Tugas kita adalah membangun, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Dalam rilis tersebut, PDI-P Lebak turut menegaskan komitmennya untuk tetap solid mengawal kepemimpinan pasangan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah hingga akhir masa jabatan.

Sebagai langkah konkret, PDI-P akan menginisiasi pertemuan seluruh partai koalisi guna menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi di internal pemerintahan daerah. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk meredakan ketegangan sekaligus mempererat kembali hubungan antar pimpinan daerah.

“Kita perlu duduk bersama, menyamakan frekuensi, dan memperkuat persatuan. Jika koalisi solid, maka pemerintahan akan stabil dan masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” tambah Junaidi.

Selain itu, PDI-P juga menilai dinamika yang terjadi harus menjadi momentum introspeksi bersama. Kesalahan komunikasi, menurutnya, perlu dijadikan pelajaran untuk memperbaiki hubungan kerja ke depan.

Polemik antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang sempat menyita perhatian publik diharapkan dapat segera mereda melalui langkah mediasi yang diinisiasi partai pengusung. Stabilitas politik dinilai menjadi kunci utama agar agenda pembangunan daerah tetap berjalan optimal dan tidak terganggu konflik internal.

Diketahui sebelumnya, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengaku tersinggung atas ucapan Bupati Hasbi dalam sambutannya pada acara halalbihalal di Pendopo,Senin (30/3/2026) yang menyebut ” Mantan Napi ” kepada dirinya.  (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi