Hasil Mediasi, PT Tiara Winangun Siap Berikan Kompensasi Atas Kerusakan Tanaman Milik Warga

Yayat - JuaraMedia
4 Agu 2023 03:05
2 menit membaca

Caption : PT Tiara Winangun Persada 

JUARAMEDIA, LEBAK – PT Tiara Winangun Persada sebut persoalan yang terjadi antara beberapa warga dengan pihak perusahan, terkait alat berat yang tak sengaja terkena terhadap sejumlah tanaman atau pepohonoan milik warga setempat, dinyatakan telah selesai.

” Sudah selesai di mediasi Selasa (2/8/2023) , dan kami siap mengganti atau memberikan kompensasi tanaman yang rusak akibat terkena alat berat” Ujar Heri Direktur PT Tiara Winangun Persada melalui sambungan telepon, Jum, at (4/8/2023).

Menurut Heri, penyelesaian hasil mediasi akan dilaksanakan di Polsek Cibadak.

” Penyelesaian hasil mediasi, insya allah siang ini setelah Jumat di Polsek Cibadak, yang hadir dari pihak perusahaan nanti wakil saya” Kata Heri.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah warga Kampung Tegalsari, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak protes terhadap PT Tiara Winangun Persada.

Pasalnya, pihak perusahan yang bergerak dibidang perumahan itu melakukan cut and fill . Namun lahan yang dilakukan perataan tersebut belum dilunasi dan baru sebatas pemberian DP sebesar Rp 5 juta,

” Padahal perjanjianya lahan itu akan di kerjakan setelah pembayaran lunas.” Ujar Iing warga Tegalsari, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kamis (3/8/2023).

Iing juga mengaku, lahan miliknya juga terkena imbas alat berat, tanamanya rusak dan tidak bisa dimanfaatkan.

” Tidak ada pemberitahuan dulu, dalam hitungan hari langsung ada pengerjaan cut and fill, padahal dalam perjanjian sebelum lunas tidak boleh ada pekerjaan apapun” Tandas Iing.

Hal senada dikatakan Jumhana Rt / Rw 04/04, Desa Pasar Keong. Menurutnya, warga terpaksa menyetop pelaksana cut and fiil pihak PT tersebut, karena warga merasa keberatan tanamanya rusak akibat pengerjaan cut and fill.

” Warga yang di rugikan langsung menyetop dan laporan ke aparat penegak hukum” Kata Jumhana.

Selaku Rt setempat, kata Jumhana pihaknya juga tidak mengetahui bahwa di wilayahnya ada investor yang akan membangun perumahan.

” Tidak ada koordinasi, tahunya setelah alat berat di turunkan saja” Kilah Rt Jumhana. (Rif)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi