Pesan Kiai Enjum di Maulid Nabi: Dekat dengan Kiai, Jaga Iman hingga Akhir Hayat

Yayat - JuaraMedia
28 Sep 2026 23:14
3 menit membaca

Caption : Kiai Enjum Pimpinan Ponpes Ittihadul Ikhwan

JUARAMEDIA, LEBAK – Pesan tentang pentingnya menjaga iman hingga akhir hayat disampaikan Kiai Enjum saat mengisi ceramah yang juga sebagai sohibul bait dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani,di Kp Cilangkap, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar ,Kabupaten Lebak,Senin (28/9/2026).

Di hadapan jamaah, Kiai Enjum menekankan pentingnya mahabbah atau kecintaan kepada kiai, serta tidak meninggalkan majelis pengajian sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat keimanan.

Menurut Kiai Enjum, kedekatan dengan kiai bukan sekadar hubungan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat memperoleh bimbingan dan nasihat keagamaan.

“Mahabbah itu dalam arti urang teh kudu deket. Nalika urang teh hayang nepi ka maot, jadi rerencangan jeung kiai,” ujar Kiai Enjum.

Ia mengajak jamaah untuk terus mendekatkan diri kepada ulama dan mengikuti kegiatan keagamaan, seperti pengajian di masjid, majelis taklim maupun tempat kediaman kiai.

Dalam ceramahnya, Kiai Enjum juga mengingatkan jamaah agar tidak merasa bangga atau lebih baik hanya karena telah menjalankan banyak ibadah.

Ia mencontohkan berbagai amalan yang dilakukan seseorang, mulai dari salat, membaca Al-Qur’an, wiridan hingga membaca surat Yasin.

Menurutnya, ibadah harus disertai keikhlasan dan kesadaran bahwa manusia tidak memiliki daya dan kekuatan tanpa pertolongan Allah SWT.

Kiai Enjum kemudian mengingatkan jamaah untuk menghayati kalimat “la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim”.

Ia menjelaskan, kalimat tersebut mengandung pengingat bahwa seluruh kemampuan manusia pada akhirnya berada dalam kehendak dan pertolongan Allah SWT.

Karena itu, menurut dia, seseorang tidak seharusnya menjadikan amal ibadah sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Kiai Enjum juga mengaitkan upaya memperoleh taufik dan hidayah dengan kesediaan seseorang menghadiri majelis ilmu.

Ia mengajak jamaah tidak hanya berdoa kepada Allah SWT, tetapi juga aktif mendatangi pengajian dan majelis taklim.

“Moal aya taufik jeung hidayah ti Allah tanpa urang melalui pengajian,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai ajakan agar masyarakat tidak menjauh dari lingkungan ulama dan kegiatan keagamaan.

Menurutnya, pengajian menjadi ruang untuk memperoleh ilmu, nasihat, serta pengingat dalam menjalani kehidupan.

Ceramah Kiai Enjum disampaikan dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Haul Ibunda Ibu Jumriah binti Bapak Jaha, Haul Pondok Pesantren Ittihadul Ikhwan serta walimah santri.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan Muhammad Latif dan Ustazah Lulu.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Enjum menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir.

Atas nama keluarga besar dan sahibul bait, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara terdapat berbagai kekurangan.

Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut diniatkan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abdul Qadir Jailani, serta mengenang keluarga yang telah wafat.

Lebih lanjut, Kiai Enjum mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tujuan hidup dan bekal ketika ajal tiba.

Ia mempertanyakan kepada jamaah mengenai apa yang akan dibawa manusia ketika menghadapi kematian.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya menjaga iman, memperbanyak amal ibadah, mengikuti majelis ilmu, serta membangun hubungan yang baik dengan para ulama.

Kiai Enjum berharap momentum Maulid Nabi dan haul tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi wasilah bagi jamaah untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Ia juga mengingatkan agar setiap amal dilakukan dengan penuh keikhlasan serta tidak disertai rasa bangga berlebihan terhadap ibadah yang telah dikerjakan.

“Yang penting dijadikan wasilah,” pesan Kiai Enjum.

Melalui ceramah tersebut, jamaah diajak menjadikan peringatan Maulid Nabi dan haul sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat mahabbah kepada ulama, memperbanyak mengikuti majelis ilmu, dan terus memohon taufik serta hidayah kepada Allah SWT.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi