Pencemaran Sungai Cikatapis Kian Parah, Warga Minta Solusi Nyata dari Pemkab Lebak

Yayat - JuaraMedia
30 Jul 2026 19:29
Daerah 0 35
3 menit membaca

Caption : Sungai Cikatapis Tercemar Sampah 

JUARAMEDIA, LEBAK – Kondisi Sungai Cikatapis yang melintasi Kampung Rancagawe, Desa Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, semakin memprihatinkan. Air sungai yang sebelumnya jernih kini tampak menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sejumlah warga menduga kondisi tersebut dipicu oleh penumpukan sampah rumah tangga yang dibuang ke aliran sungai.

Perubahan kondisi sungai itu memicu keluhan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menghadirkan solusi jangka panjang melalui penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS), peningkatan pengelolaan sampah, serta edukasi kepada masyarakat.

Salah seorang warga Kampung Rancagawe, Dedi (49), mengatakan perubahan kondisi Sungai Cikatapis mulai dirasakan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, sampah domestik yang dibuang ke sungai setiap hari terus menumpuk hingga membusuk dan diduga menjadi penyebab air sungai menghitam serta berbau.

“Menurut saya, penyebab Sungai Cikatapis menjadi hitam dan bau akibat penumpukan sampah. Setiap hari ada saja sampah rumah tangga yang masuk ke sungai, lama-kelamaan menumpuk dan membusuk,” ujar Dedi saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/7/2026).

Ia mengaku khawatir kondisi tersebut akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran juga dikhawatirkan mengganggu ekosistem sungai.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku aroma menyengat dari Sungai Cikatapis semakin terasa saat musim kemarau dan cuaca panas, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Selain mencemari lingkungan, tumpukan sampah plastik dan limbah organik juga menyebabkan aliran sungai tersendat.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir saat musim hujan akibat aliran air terhambat oleh sampah.

Dedi berharap Pemerintah Desa Cikatapis maupun Pemkab Lebak segera menyediakan bak sampah atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sekitar tanjakan Rancagawe. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

“Kami berharap ada bak sampah atau TPS di dekat tanjakan Rancagawe. Kalau tempat sampah tersedia, masyarakat juga akan lebih mudah membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cikatapis, Aat Tartilah, mengatakan pemerintah desa telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi persoalan sampah.

Di antaranya menyediakan petugas pengangkut sampah menggunakan kendaraan roda tiga (cator), membagikan wadah atau kantong untuk pemilahan sampah organik dan anorganik kepada warga, serta memasang spanduk berisi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Cikatapis.

Menurut Aat, persoalan sampah di Sungai Cikatapis tidak hanya melibatkan wilayah Desa Cikatapis, tetapi juga berbatasan dengan Desa Aweh.

“Karena Sungai Cikatapis ini masuk ke dua wilayah desa, yakni Desa Cikatapis dan Desa Aweh, tentunya untuk warga Desa Aweh kami tidak bisa mengintervensi. Saat ini kami juga sedang mencari warga yang bersedia menghibahkan lahan untuk dijadikan TPS, namun hingga kini belum ada,” ujar Aat.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Ivan Sayutufika, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan kegiatan pembersihan di sepanjang bantaran Sungai Cikatapis, termasuk di wilayah Kampung Rancagawe.

Namun, menurut Ivan, upaya tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh karena masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kami telah beberapa kali melakukan pembersihan di kawasan Sungai Cikatapis. Namun, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kesadaran bersama agar masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Ivan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

“Sungai bukan tempat pembuangan akhir sampah. Mari bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, dan mencegah terjadinya banjir,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembersihan secara berkala, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui penyediaan TPS, peningkatan layanan pengangkutan sampah, serta sosialisasi yang berkelanjutan agar kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat dihentikan.

Apabila tidak segera ditangani, kondisi Sungai Cikatapis dikhawatirkan akan terus memburuk dan berdampak terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta meningkatkan potensi banjir di kawasan sekitar. (budi*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi